faktakalbar

Karhutla hingga Longsor Meluas, Ini Update Terkini dari BNPB

Penulis: Redaksi Sunday, 13 July 2025 📖 3 menit
Karhutla hingga Longsor Meluas, Ini Update Terkini dari BNPB
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) terus memantau dan menangani sejumlah bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Mulai dari kebakaran hutan, banjir, hingga tanah longsor, kejadian ini menuntut kewaspadaan semua pihak, khususnya menghadapi anomali musim kemarau. Baca Juga: Karhutla Dominasi Bencana 11 Juli, BNPB Imbau Pencegahan Dini Karhutla di Sumatera Barat: Titik Api di Tebing Curam Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Nagari Solok Bio-Bio, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada Kamis malam (10/7), sekitar pukul 20.00 WIB. Kebakaran menghanguskan sekitar satu hektar lahan. Menurut BPBD setempat, proses pemadaman menghadapi tantangan karena titik api berada di tebing curam. Meski begitu, tim gabungan terus berupaya memadamkan api dan mengamankan wilayah sekitar. Longsor di Sinjai, Sulawesi Selatan: Puluhan Desa Masih Terisolir Bencana tanah longsor yang terjadi sejak Sabtu (5/7) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, masih berdampak luas. Baca Juga: BNPB: Longsor, Banjir, dan Karhutla Terjadi di Sejumlah Daerah Hingga Jumat (7/11), akses jalan di Desa Kompang, khususnya Dusun Bonto dan Dusun Barugae, belum bisa dilewati. Kampung Lampara dan Parigi masih terisolir akibat jalur utama tertimbun longsor. Selain itu, jalan penghubung Desa Songing dan Desa Polewali di Kecamatan Sinjai Selatan juga belum dapat dilalui. “Sebanyak 20 desa dan 3 kelurahan di 6 kecamatan terdampak. BNPB telah mengirimkan tim untuk mendampingi penanganan darurat dan pemantauan lanjutan,” ungkap pihak BNPB pada keterangan resminya. Banjir di Luwu Timur Sudah Surut, 40 KK Terdampak Banjir yang melanda Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Kamis (10/7) kini telah surut. Banjir sempat merendam satu desa di satu kecamatan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa atau luka-luka, peristiwa ini berdampak pada 40 kepala keluarga (KK). Baca Juga: BNPB: Banjir dan Karhutla Landa Sejumlah Wilayah, Warga Diminta Waspada Tim BPBD telah melakukan asesmen dan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan pascabanjir. Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Aceh Utara Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, diterjang angin kencang pada Kamis (10/7). Akibatnya, 23 rumah rusak berat, termasuk fasilitas kesehatan, ruko, dan beberapa sarana umum lainnya. “Sebanyak 84 KK atau 275 jiwa terdampak. Masyarakat di beberapa gampong telah mendirikan tenda darurat,” sebut laporan BPBD setempat. Bantuan logistik dari dinas sosial daerah telah mulai disalurkan. Karhutla di Padang Lawas Utara Hanguskan 9 Hektar Lahan Karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, pada Jumat (11/7). BPBD mencatat luas lahan terbakar mencapai 9 hektar, tersebar di dua kecamatan. Lokasi kebakaran berada di Desa Mompang II Simpang (Kecamatan Padang Bolak Tenggara) dan Desa Pasir Ampolu Hopong (Kecamatan Batang Onang). “Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama berkat koordinasi antara BPBD dan masyarakat,” ujar BPBD. Banjir di Gorontalo Akibat Tanggul Jebol, 218 Jiwa Terdampak Di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Daerah Aliran Sungai (DAS) Marisa pada Kamis (10/7), pukul 14.00 Wita. Banjir merendam lima desa di dua kecamatan, berdampak pada 70 KK atau 218 jiwa. Baca Juga: BNPB Catat Karhutla dan Bencana di Sejumlah Daerah per 4 Juli 2025 Puluhan rumah dan fasilitas umum turut terendam. Tim BPBD masih melakukan evakuasi warga, pendataan kerusakan, serta koordinasi penanganan bersama aparat setempat. BNPB Imbau Waspada dan Optimalkan Pencegahan Dini Menghadapi meningkatnya potensi bencana selama musim kemarau, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk siaga, terutama menghadapi potensi bencana akibat anomali musim kemarau,” ujar BNPB dalam keterangan resminya. Sebagai upaya pencegahan, BNPB telah melakukan operasi modifikasi cuaca. Baca Juga: Lima Bencana Terjadi di Indonesia dalam 24 Jam, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Waspada BNPB juga menekankan pentingnya peran unsur pentaheliks, yaitu kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media dalam mengantisipasi bencana, terutama karhutla. “Upaya pemadaman harus dilakukan sejak dini sebelum titik api meluas dan sulit dikendalikan,” tegas BNPB. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK