faktakalbar

BNPB Peringatkan Ancaman El Nino Hingga 2027

Badan Nasional Penanggulangan Bencana memutakhirkan data karhutla sekaligus merilis peringatan dini terkait ancaman El Nino yang diproyeksikan bertahan hingga awal tahun 2027. Peringatan kewaspadaan ini dikeluarkan usai maraknya insiden karhutla di…

Penulis: Natash Sunday, 26 July 2026 📖 1 menit
BNPB Peringatkan Ancaman El Nino Hingga 2027
BNPB peringatkan ancaman El Nino hingga awal 2027 usai maraknya kebakaran lahan di berbagai daerah. Pemda diminta tingkatkan edukasi. (Dok. Ist)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana memutakhirkan data karhutla sekaligus merilis peringatan dini terkait ancaman El Nino yang diproyeksikan bertahan hingga awal tahun 2027.

Peringatan kewaspadaan ini dikeluarkan usai maraknya insiden karhutla di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur dalam kurun tiga hari terakhir.

Di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, api membakar lahan seluas 41,65 hektare di Desa Aeramo sebelum akhirnya terkendali pada Jumat (24/7/2026).

Sementara di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Sragen, puluhan hektare lahan juga hangus akibat pembakaran sampah serta sisa material tanaman yang merambat cepat.

Hasil pemutakhiran data BNPB menunjukkan bahwa kelalaian aktivitas pembersihan lahan skala kecil menjadi pemicu dominan meluasnya kobaran api.

Lembaga penanggulangan bencana tersebut mendesak setiap pemerintah daerah agar bergerak cepat mengedukasi warga sebelum dampak cuaca ekstrem memperburuk situasi.

"Merespons kejadian kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di berbagai wilayah dan prediksi adanya El Nino sampai awal tahun 2027. BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah yang wilayahnya rawan karhutla, agar rutin melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah dan lahan di saat musim kemarau. Hal tersebut mengingat sering terjadi kebakaran yang diawali dengan adanya pembakaran skala kecil yang akhirnya membesar tanpa bisa diatasi."

Ancaman kemarau panjang berpotensi meningkatkan kerentanan area vegetasi kering di berbagai pulau besar.

Langkah mitigasi terpadu diharapkan mampu menekan angka kerusakan ekosistem serta gangguan asap bagi kesehatan masyarakat.

Kesadaran warga dalam menghentikan kebiasaan tebas-bakar menjadi kunci utama pencegahan bencana ekologis secara berkelanjutan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK