faktakalbar

BNPB Rilis Data Terbaru: Total Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor Sumatra Capai 1.016 Jiwa

Penulis: Redaksi Monday, 15 December 2025 📖 2 menit
BNPB Rilis Data Terbaru: Total Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor Sumatra Capai 1.016 Jiwa
Faktakalbar.id, NASIONAL  – Operasi pencarian korban bencana alam di wilayah Sumatra masih terus digencarkan oleh petugas gabungan hingga Minggu (14/12). Pos Pendamping Nasional (Pospenas) yang dipimpin oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) merilis data terbaru terkait dampak bencana banjir dan longsor di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Baca Juga: Total Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 442 Jiwa, BNPB Kebut Distribusi Logistik dan Alat Berat Berdasarkan data yang dihimpun, total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi ini telah mencapai angka 1.016 jiwa. Provinsi Aceh mencatat angka kematian tertinggi dengan jumlah 424 jiwa, disusul Sumatra Utara sebanyak 349 jiwa, dan Sumatra Barat sebanyak 243 jiwa. Dalam rentang waktu satu minggu terakhir, yakni 8 hingga 13 Desember, tercatat adanya penambahan korban meninggal dunia sebanyak 66 jiwa. Rincian penambahan tersebut meliputi 33 jiwa di Aceh, 19 jiwa di Sumatra Utara, dan 14 jiwa di Sumatra Barat. Kendala Identifikasi dan Korban Hilang Selain korban tewas, data korban hilang saat ini tercatat sebanyak 212 orang. Angka ini tersebar di wilayah Aceh sebanyak 32 orang, Sumatra Utara 90 orang, dan Sumatra Barat 90 orang. Pihak BNPB menjelaskan bahwa dinamika data di lapangan sangat dipengaruhi oleh proses verifikasi dan identifikasi by name by address yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota. Ada beberapa faktor teknis yang memengaruhi fluktuasi data, termasuk kondisi di lapangan di mana bencana turut melanda area pemakaman umum. "Hal tersebut dipengaruhi beberapa situasi, seperti adanya banjir dan longsor di area pemakaman. Jenazah yang meninggal di area itu kemudian ditemukan oleh petugas SAR dan dihitung sebagai korban bencana," jelas pihak Pospenas dalam keterangannya. Selain itu, proses verifikasi data orang hilang juga terus dilakukan untuk memastikan akurasi, mengingat adanya perpindahan penduduk antarkabupaten saat bencana terjadi. "Terkait pencatatan korban hilang, ini tidak mesti dari data yang ditemukan di lapangan tetapi juga data penambahan identifikasi dari korban yang sebelumnya tidak ditemukan, kemudian dikonfirmasi," tambahnya. Fokus Operasi Pencarian Basarnas terus memfokuskan operasi pencarian di sejumlah sektor krusial. Di Aceh, penyisiran masih berlangsung di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen. Sementara di Sumatra Utara, pencarian dibagi menjadi lima sektor, termasuk di Desa Garoga (Tapanuli Selatan), Kecamatan Sukabangun, Aloban Bair, serta wilayah Sibolga Kota. Untuk Provinsi Sumatra Barat, operasi difokuskan pada lima sektor di Kabupaten Agam (Kecamatan Malalak dan Palembayan), serta penyisiran aliran Sungai Batang Anai yang melintasi Kota Padang, Padang Pariaman, dan Tanah Datar. Baca Juga: BNPB Kebut Pencarian Korban Hilang, Total 303 Orang Meninggal di Aceh, Sumut, dan Sumbar Penurunan Jumlah Pengungsi Di sisi lain, jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 624.670 jiwa. Tren jumlah pengungsi dilaporkan mulai menurun dibandingkan hari sebelumnya. Banyak warga yang beralih ke pengungsian mandiri, seperti menumpang di rumah kerabat, namun pemerintah memastikan hak bantuan mereka tetap terpenuhi. "Mereka tetap didukung dengan bantuan makanan karena masih dikategorikan sebagai pengungsi mandiri," tegas BNPB. Pemerintah Pusat melalui berbagai kementerian dan lembaga yang tergabung dalam klaster nasional terus berkomitmen mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor ini. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK