faktakalbar

BNPB: Sejumlah Bencana Melanda Indonesia dalam 24 Jam Terakhir

Penulis: Redaksi Tuesday, 12 August 2025 📖 2 menit
BNPB: Sejumlah Bencana Melanda Indonesia dalam 24 Jam Terakhir
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) melaporkan sejumlah bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama 24 jam terakhir, terhitung dari (11/8/2025) pukul 07.00 WIB hingga (12/8/2025) pukul 07.00 WIB. Laporan ini mencakup kejadian tanah longsor, cuaca ekstrem, banjir, dan kekeringan. Kejadian tanah longsor di Bogor menjadi salah satu sorotan utama. Baca Juga: Bencana Banjir Dominasi Laporan BNPB Pekan Kedua Agustus 2025 Bencana ini dipicu oleh hujan deras yang melanda beberapa wilayah, berdampak pada lima desa di empat kecamatan: Bojong Gede, Cigudeg, Ranca Bungur, dan Ciseeng. Dampaknya, 39 jiwa terdampak, satu orang luka ringan, dan 10 jiwa harus mengungsi. BPBD Kabupaten Bogor telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengimbau warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain longsor, Kabupaten Bogor juga dilanda cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras. Peristiwa ini merusak 37 rumah di Desa Ciapus (Kecamatan Ciomas) serta Desa Cigombong dan Tugu Jaya (Kecamatan Cigombong). Petugas telah melakukan evakuasi pohon tumbang, dengan sisa pekerjaan yang akan dilanjutkan hari ini. Baca Juga: BNPB Catat 9 Bencana dalam Sehari, Karhutla dan Banjir Dominasi Di lokasi lain, banjir melanda Kota Bengkulu akibat hujan deras. Bencana ini terjadi di Kecamatan Ratu Agung dengan tinggi muka air mencapai 30 hingga 100 sentimeter, merendam 145 rumah. Sebagian air sudah surut seiring redanya hujan. Sementara itu, kekeringan melanda Sragen, Jawa Tengah. Menurunnya curah hujan membuat 236 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 580 warga di Desa Galeh, Kecamatan Tangen, kesulitan mendapatkan air bersih. BPBD Kabupaten Sragen bergerak cepat dengan mendistribusikan empat tangki air bersih, masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Baca Juga: Waspada Bencana: BNPB Rilis Data Karhutla dan Banjir di Berbagai Provinsi Menanggapi berbagai laporan, termasuk kasus kekeringan yang sering memicu kebakaran hutan dan lahan, BNPB mengambil langkah proaktif. "Kami mendorong pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki, pembuatan sumur bor dalam, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Kami juga mengimbau pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur seperti sumur resapan air, waduk, dan embung," ujar pernyataan dari BNPB. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK