BNPB Siagakan Operasi Udara di 6 Provinsi Prioritas Karhutla, Riau Hangus 18 Ribu Hektare
Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperketat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas Sumatra dan Kalimantan, Minggu (6/9/2026).
Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperketat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas Sumatra dan Kalimantan, Minggu (6/9/2026).
Enam wilayah yang menjadi fokus utama penanganan tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Provinsi Riau mencatatkan kerusakan terluas dengan total area terbakar mencapai 18.882,16 hektare sejak 1 Januari hingga 4 September 2026.
Kerusakan akibat api di Riau tersebut tersebar merata di 10 kabupaten dan dua kota.
Pemerintah mengerahkan dukungan udara berupa satu helikopter patroli, satu pesawat patroli OMC, serta lima helikopter water bombing ke Riau.
Penanganan darat di Riau difokuskan pada pemadaman kawasan gambut di Desa Rantau Baru Pelalawan dan Desa Pematang Pudu Bengkalis.
Sementara itu, Kalimantan Barat memberlakukan status tanggap darurat karhutla tingkat provinsi yang berlangsung hingga 6 September 2026.
Status siaga darurat juga diterapkan di delapan wilayah Kalbar, antara lain Kubu Raya, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, Melawi, Sintang, Ketapang, dan Landak.
Wilayah Sumatra Selatan turut menghadapi ancaman polusi udara akibat terdeteksinya 1.424 titik panas kategori sedang dan 92 titik kategori tinggi.
Jarak pandang di sejumlah kabupaten Sumatra Selatan seperti Ogan Komering Ilir dan Banyuasin dilaporkan menurun hingga kurang dari tujuh kilometer.
Seluruh wilayah prioritas tersebut terus diguyur operasi modifikasi cuaca guna menekan potensi perluasan titik api di lahan gambut.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.