faktakalbar

BNPB Targetkan 70 Unit Huntap di Tapanuli Utara Siap Huni pada Mei 2026

Penulis: Redaksi Tuesday, 21 April 2026 📖 2 menit
BNPB Targetkan 70 Unit Huntap di Tapanuli Utara Siap Huni pada Mei 2026
Faktakalbar.id, TAPANULI UTARA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), Suharyanto, memastikan proses pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi basah di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara berjalan sesuai rencana. Sebanyak 70 unit rumah tahap pertama ditargetkan rampung secara menyeluruh dan siap dihuni pada bulan Mei 2026. Baca Juga:  Rayakan Idulfitri di Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Tinjau Huntara dan Puji Kecepatan Pemulihan Bencana Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Suharyanto saat melakukan peninjauan progres fisik pembangunan Huntap di Tapanuli Utara pada Senin (20/4/2026). Dalam kunjungannya, ia turut didampingi oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan, beserta jajaran pemerintah daerah setempat. Langkah percepatan pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari komitmen nyata pemerintah dalam memastikan masa transisi pemulihan pascabencana berjalan tepat waktu. Pembangunan kompleks permukiman baru ini dikerjakan melalui skema kolaborasi strategis antara pemerintah dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Secara keseluruhan, proyek relokasi ini mencakup pembangunan 103 unit rumah. Setelah 70 unit pada tahap awal selesai pada bulan Mei, pembangunan tahap kedua juga akan langsung dikebut. "Hari ini saya melihat proses pembangunan 103 unit huntap. Target untuk 70 KK di bulan Mei sudah jadi 100 persen dan bisa segera ditempati. Saat ini, 33 unit rumah berikutnya juga sudah mulai dibangun sebagai kelanjutan tahap kedua," jelas Suharyanto di sela-sela pengecekan lokasi. Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada kualitas bangunan. Seluruh unit Huntap di Tapanuli Utara ini didesain agar memiliki ketahanan terhadap guncangan gempa bumi serta dipastikan berada di zona yang aman dari potensi ancaman banjir maupun tanah longsor. Bangunan tersebut dikonstruksi menggunakan material berkualitas, meliputi penggunaan bata merah, pondasi kuat dari batu kali, serta tulangan besi sebagai pengikat antar-dinding. Baca Juga:  Kepala BNPB Pastikan Korban Bencana Tempati Huntara di Gayo Lues Sebelum Lebaran Dari segi tata ruang, setiap hunian tetap ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta area dapur yang menyatu dengan tempat cuci piring di bagian belakang. Guna menambah kenyamanan warga, rumah tersebut juga dilengkapi lantai keramik dan sebuah taman kecil di area fasad depan. Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah akan terus mengawal proyek ini hingga seluruh warga yang kehilangan tempat tinggal bisa kembali menata kehidupan di lingkungan yang lebih aman dan layak. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK