faktakalbar

Apakah Lari Setiap Hari Baik untuk Kesehatan? Simak Penjelasan Pelatih Lari Anoush Arakelian

Penulis: Dimas Wednesday, 11 March 2026 📖 2 menit
Apakah Lari Setiap Hari Baik untuk Kesehatan? Simak Penjelasan Pelatih Lari Anoush Arakelian
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Berlari setiap hari sering kali dianggap sebagai puncak konsistensi dalam bergaya hidup sehat. Namun, pelatih lari Anoush Arakelian menekankan bahwa kebiasaan ini tidak bisa dinilai secara hitam putih. Menurutnya, manfaat dan risiko lari setiap hari sangat bergantung pada bagaimana seseorang mengatur intensitas dan mendengarkan kebutuhan tubuhnya. "Kata baik atau buruk membuatnya terdengar seperti pertanyaan ya atau tidak. Padahal sangat bergantung pada masing-masing orang," ujar Arakelian sebagaimana dikutip dari SELF , Selasa (10/3/2026). Pentingnya Pemulihan Aktif (Active Recovery) Menurut Arakelian, berlari setiap hari secara teknis bisa dilakukan asalkan tidak semua sesi dilakukan dengan intensitas tinggi. Kuncinya adalah menyisipkan sesi active recovery , yakni lari ringan dengan tempo lambat yang bertujuan untuk menjaga mobilitas tubuh tanpa membebani otot dan sendi secara berlebihan. Sayangnya, banyak pelari justru terjebak dalam ego untuk selalu tampil cepat. Kemampuan untuk berlari lambat pada hari-hari tertentu disebut sebagai runner maturity atau kedewasaan pelari. Pelari yang dewasa secara pengalaman tidak lagi terobsesi pada pace atau jarak tempuh di setiap sesinya, melainkan lebih fokus pada keseimbangan antara latihan dan pemulihan. Risiko Lari Setiap Hari Tanpa Istirahat Meski tren running streak ( berlari setiap hari tanpa putus) cukup populer, Arakelian mengingatkan adanya bahaya yang mengintai jika tubuh tidak diberi waktu untuk bernapas. Berikut adalah beberapa risiko utama yang perlu diwaspadai: Cedera Stres pada Tulang: Tekanan berulang tanpa jeda dapat memicu retakan kecil pada tulang. Masalah Tendon: Peradangan pada jaringan ikat akibat beban berlebih. Kelelahan Berkepanjangan: Menurunnya performa dan imunitas tubuh karena kurangnya waktu pemulihan. Burnout: Kehilangan motivasi atau gairah untuk berolahraga akibat rutinitas yang terlalu berat. "Saya tidak melihat ada manfaat besar dari berlari setiap hari," tegas Arakelian. Menurutnya, fokus utama seharusnya pada kualitas latihan, bukan sekadar mengejar frekuensi. Kapan Anda Harus Berhenti Sejenak? Mengenali sinyal tubuh adalah keterampilan terpenting bagi setiap pelari. Jika Anda mulai merasakan nyeri yang tidak kunjung hilang, kesulitan menyelesaikan porsi latihan yang biasanya terasa mudah, atau merasa lelah sepanjang hari, itu adalah tanda bahwa tubuh membutuhkan hari istirahat total. Kebutuhan istirahat setiap individu berbeda-beda, dipengaruhi oleh riwayat cedera dan total jarak tempuh mingguan. Bahkan pelari berpengalaman sekalipun terkadang membutuhkan setidaknya dua hari istirahat dalam seminggu untuk menjaga performa jangka panjang dan meminimalisir risiko cedera. Kesimpulannya, lari setiap hari diperbolehkan selama dijalani dengan strategi yang tepat, namun tidak selalu memberikan manfaat tambahan dibandingkan dengan pola latihan yang menyertakan hari istirahat yang cukup. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK