Borneo BIM Festival 2025 Resmi Dibuka, Dorong Transformasi Konstruksi Digital di Kalimantan Barat
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (
FIM PII
) Kalimantan Barat secara resmi membuka perhelatan akbar Borneo BIM Festival 2025.
Acara yang berfokus pada inovasi teknologi konstruksi ini dibuka langsung oleh Ketua Bappeda Kalbar, Mahmudah, yang hadir mewakili Gubernur Kalbar, pada Jumat, (22/8/2025), di PORT 99 Pontianak.
Baca Juga:
Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 Dorong Pelestarian Bahasa Melayu Pontianak
Festival ini dirancang sebagai platform untuk mengakselerasi adopsi teknologi digital di sektor konstruksi regional.
Dhiecho Mahar Dhiecha, selaku Ketua Penyelenggara, menjelaskan bahwa acara ini akan menjadi wadah kolaborasi dan pembelajaran bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Festival yang akan berlangsung hingga 24 Agustus 2025 ini diisi dengan berbagai agenda, mulai dari seminar nasional dan internasional, diskusi, hingga kegiatan sosial donor darah. Para peserta yang ambil bagian berasal dari beragam kalangan, antara lain para insinyur, pelaku jasa konstruksi, mahasiswa teknik sipil/arsitektur, akademisi, serta ASN di instansi teknis.” jelasnya.
Untuk memperkaya wawasan peserta, acara ini menghadirkan jajaran pembicara yang sangat kompeten.
Baca Juga:
Perang Air Meriahkan Festival Bakcang 2025 di Pontianak
Para ahli akan berbagi ilmu dan pengalaman mendalam terkait implementasi Building Information Modeling (BIM), sebuah metode perencanaan dan pengelolaan konstruksi berbasis digital yang efisien.
Tak hanya menghadirkan tenaga ahli BIM tingkat nasional, festival ini juga secara khusus mengundang narasumber internasional dari Kuching (Sarawak, Malaysia) dan Singapura untuk memberikan perspektif global.
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah daerah. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan, Gubernur Kalimantan Barat menegaskan komitmen kuat untuk mendorong penerapan BIM secara bertahap dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur di Kalbar.
Pemerintah menargetkan proses ini berjalan melalui tahapan digitalisasi, kolaborasi, hingga integrasi penuh demi mewujudkan pembangunan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Harapan besar disematkan pada gelaran perdana ini.
Baca Juga:
Sultan Pontianak Syarif Melvin Alqadrie Serukan Perdamaian Dunia Lewat Seni di Borobudur Festival 2025
Mei Purwowidodo, seorang pelaku jasa konstruksi senior yang turut hadir sebagai undangan, menyampaikan optimismenya terhadap dampak positif festival bagi kemajuan daerah di masa depan.
“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Borneo BIM Festival 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi Kalbar untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas SDM teknik, memperluas jaringan kolaborasi, sekaligus mendorong transformasi dunia konstruksi berbasis digital era baru pembangunan di Kalbar.” ujar Mei Purwowidodo.
(*Red)
Tag:
#Infrastruktur
#Borneo BIM Festival
#Konstruksi Digital
#Building Information Modeling
#PII Kalimantan Barat
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.