BPBD Kalbar Kerahkan Satgas Udara dan Darat Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat memasifkan operasi patroli terpadu darat dan udara untuk mendeteksi titik panas serta memadamkan kebakaran hutan dan lahan di enam kabupaten dan kota.
Faktakalbar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat memasifkan operasi patroli terpadu darat dan udara untuk mendeteksi titik panas serta memadamkan kebakaran hutan dan lahan di enam kabupaten dan kota.
Langkah penanganan maraton tersebut mencakup wilayah Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sanggau, Sambas, Kayong Utara, hingga Kota Pontianak.
Pengawasan ketat diprioritaskan demi mencegah dampak asap menyelimuti objek vital nasional seperti bandar udara, pelabuhan, serta fasilitas publik kesehatan dan pendidikan.
"Tim gabungan telah melakukan pemadaman karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalbar, seperti Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sanggau, Sambas, Kayong Utara, dan Kota Pontianak," kata Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel pada Selasa (28/7/2026).
Operasi pemadaman darat dan udara tersebut melibatkan personel gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, BMKG, hingga kelompok relawan pemadam swasta.
Patroli terpadu dilaksanakan secara berkelanjutan mulai pagi hari hingga keesokan harinya guna memastikan sisa bara api di lahan gambut benar-benar padam total.
"Penanganan karhutla oleh Satgas Terpadu ini agar bandara, pelabuhan, dunia pendidikan, dan kesehatan tidak ikut terdampak akibat karhutla. Kondisi inilah yang sangat kita utamakan dan hindari," tutur Daniel.
Penyisiran titik panas telah dimulai sejak Januari 2026 sebagai bentuk antisipasi dini sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.
Sinergi antarinstansi diperkuat untuk mempercepat respons pemadaman begitu sensor satelit mendeteksi kenaikan suhu permukaan tanah.
Upaya pendinginan lahan gambut terus digencarkan mengingat risiko penyebaran api bawah tanah yang sangat cepat di wilayah Kalimantan Barat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.