BPBD Pontianak Temukan Botol Bensin, Duga Ada Unsur Sengaja dalam Pembakaran Lahan
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (
BPBD
) Kota Pontianak menemukan indikasi kuat adanya unsur kesengajaan dalam sejumlah peristiwa pembakaran lahan yang terjadi sepekan terakhir.
Dugaan ini mencuat setelah petugas menemukan barang bukti mencurigakan di lokasi kejadian yang memperkuat asumsi bahwa api tidak muncul secara alami.
Baca Juga:
Nyaris Sambar Rumah Warga di Serdam, Tim Gabungan Blokir Jalur Api Karhutla
Kepala BPBD Kota Pontianak, Nasir, mengungkapkan temuan tersebut terjadi di kawasan Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II.
Saat petugas mendatangi lokasi berdasarkan laporan warga, mereka menemukan alat bukti yang diduga digunakan untuk memicu api.
[caption id="attachment_69720" align="aligncenter" width="1208"]
Petugas menemukan botol berisikan bensin saat berada di lokasi kebakaran lahan di Jalan Parit H Husin II Pontianak Tenggara. (Dok. HO/Faktakalbar.id)[/caption]
Pelaku Melarikan Diri
Nasir menjelaskan bahwa petugas menemukan satu botol bekas minuman soda yang berisi bensin serta karung berisi daun pisang kering.
Barang-barang ini diduga kuat disiapkan sebagai pemicu api agar lahan cepat terbakar. Sayangnya, saat petugas tiba, oknum yang diduga pelaku sudah tidak berada di tempat.
"Saat petugas tiba di sana, pelaku sudah lari. Di lokasi tersebut kami menemukan botol bekas minuman soda berisikan bensin dan karung berisi daun pisang yang sudah kering, diduga digunakan untuk membakar lahan. Semua barang-barang itu kita serahkan ke polsek untuk menindaklanjutinya," ujar Nasir, Minggu (25/1/2026).
Terkait temuan ini, BPBD tidak dapat langsung menuduh pemilik lahan sebagai pelaku.
Pihaknya menyerahkan proses penyelidikan lebih lanjut kepada pihak kepolisian dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memverifikasi status kepemilikan tanah.
"Sampai saat ini, kita masih menduga. Ada indikasi bahwa itu memang bukan faktor alam. Cuma masih kita koordinasikan ke kepolisian dan BPN untuk kepemilikan lahannya," terangnya.
Peningkatan Patroli di Tiga Kecamatan
Merespons maraknya pembakaran lahan, BPBD Pontianak telah meningkatkan status kesiapsiagaan sejak pertengahan Januari 2026.
Tim piket dan monitoring dibentuk khusus untuk memantau tiga kecamatan rawan, yakni Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara.
Baca Juga:
Cegah Karhutla Meluas, Polsek Meliau Lakukan Pengecekan Langsung Dua Titik Hotspot
Dalam sepekan terakhir, tercatat beberapa titik api muncul di kawasan Purnama Dua Dalam, Sepakat Dua Ujung, dan Perdana Ujung dekat Sungai Raya Dalam.
Nasir menyebut, respons cepat tim di lapangan membuat api berhasil dipadamkan sebelum terdeteksi satelit BMKG.
“BMKG belum mendeteksi hotspot karena api cepat kita padamkan. Tapi di lapangan itu nyata ada titik api. Pontianak ini wilayahnya relatif mudah dijangkau, jadi begitu ada laporan langsung kita tangani,” katanya.
Kualitas Udara dan Imbauan Lingkungan
Nasir meminta peran aktif pengurus RT dan RW untuk segera melapor jika melihat asap sekecil apapun. Hal ini penting karena karakter lahan gambut seringkali memendam api di bawah permukaan.
“Kami minta masyarakat, khususnya RT dan RW, segera melapor jika melihat asap atau potensi kebakaran. Jangan tunggu api besar. Lahan gambut itu apinya sering di bawah, terlihatnya hanya asap. Kalau cepat dilaporkan, bisa kita batasi dan padamkan. Tapi kalau dibiarkan, risikonya jauh lebih besar,” pungkas Nasir.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pontianak, Usmulyono, menambahkan bahwa kualitas udara di Pontianak sempat memburuk pada Sabtu malam, namun kembali membaik pada Minggu pagi.
Baca Juga:
Kebakaran Lahan Kerap Terjadi, Polda Kalbar Ancam Pidanakan Pelaku Pembakaran Lahan Baik Warga Maupun Perusahaan Sawit
Ia mewanti-wanti warga agar tidak memperparah keadaan dengan membakar sampah atau lahan.
"Kondisi kualitas udara Kota Pontianak semakin membaik. Kita tidak tahu siang, malam besok, kita harap masyarakat tidak turut ambil bagian membakar lahan. Jangan jadi orang yang menambah polusi udara," tegas Usmulyono.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.