BPKP Kalbar Ingatkan PDAM Pontianak: Jangan Anggap Remeh Risiko Proyek SPAL Bernilai Besar
Faktakalbar.id, PONTIANAK
– Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat, Rudy Mahani Harahap, mengingatkan jajaran
Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa
untuk tidak memandang manajemen risiko hanya sebatas pemenuhan aturan administrasi semata.
Hal ini ditekankan mengingat besarnya rencana pengembangan
Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL)
yang memiliki nilai investasi tinggi.
Dalam
Focus Group Discussion
(FGD) yang digelar Selasa (20/1/2026), Rudy menegaskan bahwa setiap program strategis harus disertai mitigasi risiko yang matang, baik dari sisi keuangan, operasional, maupun sosial.
"Risiko itu adalah potensi hambatan. Kalau tidak dimitigasi, program yang baik sekalipun bisa gagal," tegas Rudy.
Baca Juga:
Perumdam Tirta Khatulistiwa Umumkan Pengurasan IPA 3 Imam Bonjol, Wilayah Jl. Tanjungpura Terdampak
Strategi Kejar Cakupan 100 Persen
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Khatulistiwa, Abdullah, menyatakan bahwa pihaknya menggandeng BPKP untuk mengawal rantai penyediaan air bersih dari hulu ke hilir yang sangat kompleks.
Langkah ini juga diambil untuk mendukung target cakupan layanan 100 persen.
Saat ini, cakupan layanan PDAM baru mencapai 90,6 persen.
Abdullah mengungkapkan strategi utamanya adalah dengan mengaktifkan kembali pelanggan lama yang pasif serta agresif menjaring pelanggan baru agar akses air bersih merata ke seluruh warga Pontianak.
Baca Juga:
Perumdam Tirta Khatulistiwa Jadwalkan Pengurasan IPA 9 Imam Bonjol, Cek Daftar Wilayah Terdampak
(Nala)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.