faktakalbar

BRIN Ungkap Tiga Daerah Rawan Tanah Amblas

Penulis: Redaksi Saturday, 24 January 2026 📖 1 menit
BRIN Ungkap Tiga Daerah Rawan Tanah Amblas
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan masyarakat mengenai ancaman bencana tanah amblas atau sinkhole . Peneliti mencatat tiga wilayah di Indonesia memiliki risiko tinggi mengalami fenomena geologi ini karena struktur tanahnya. BRIN menyebut ketiga daerah rawan tersebut adalah Gunung Kidul , Pacitan , dan Maros . Kawasan ini memiliki bentang alam karst atau batu gamping yang tebal di bawah permukaan tanah. Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menjelaskan penyebab utama terjadinya tanah amblas. Fenomena ini bermula ketika air hujan yang bersifat asam melarutkan lapisan batuan kapur di dalam tanah. Baca Juga: Cek Lokasi Banjir dan Longsor, Kepala BNPB: Penanganan Pascabencana Aceh Harus Tepat Sasaran “Air hujan ini meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut, terutama batu gamping, sehingga membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan,” terang Adrin, Rabu (21/1/2026). Waspadai Hilangnya Sumber Air Adrin memaparkan bahwa rongga di bawah tanah akan terus membesar seiring berjalannya waktu. Hal ini menyebabkan lapisan tanah bagian atas kehilangan penopang dan akhirnya runtuh seketika. “Saat itulah lapisan atap runtuh secara tiba-tiba dan terbentuk lubang di permukaan tanah yang kita kenal sebagai sinkhole,” ujarnya. Peneliti BRIN meminta warga untuk mengenali tanda-tanda alam sebelum bencana terjadi. Salah satu ciri yang paling mudah terlihat adalah hilangnya aliran air sungai atau parit secara tiba-tiba. “Jika aliran air mendadak menghilang, bisa jadi air masuk ke rongga bawah tanah. Kondisi ini perlu segera diinvestigasi karena berpotensi memicu runtuhan,” kata Adrin. Jangan Sembarangan Minum Air Selain bahaya runtuhan, BRIN juga menyoroti kualitas air yang muncul di dalam lubang amblas. Adrin melarang warga mengonsumsi air tersebut secara langsung tanpa pemeriksaan medis. Baca Juga:  Gelar Konser Amal Peduli Bencana, Aksi Solidaritas Klub Motor Kalbar Dapat Apresiasi Polda “Air harus melalui analisis kimia terlebih dahulu, meliputi kejernihan, warna, bau, rasa, pH, kandungan bakteri berbahaya seperti E. coli, serta logam berat, sesuai standar kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan,” tegasnya. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK