faktakalbar

Wujud Nyata "Bring The Barrel Home", Pertamina Sukses Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair

Penulis: Redaksi Thursday, 01 January 2026 📖 2 menit
Wujud Nyata "Bring The Barrel Home", Pertamina Sukses Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair
Faktakalbar.id, JAKARTA – PT Pertamina Internasional EP (PIEP) , anak usaha Subholding Upstream Pertamina, mencatatkan tonggak sejarah baru dalam upaya pengamanan pasokan energi nasional. Untuk pertama kalinya, perseroan berhasil melaksanakan pengapalan perdana ( first lifting ) minyak mentah sebanyak 1 juta barel dari Port Arzew, Oran , Aljazair, langsung menuju Indonesia pada Rabu (24/12/2025). Baca Juga:  Amankan Stok Jelang Nataru, Pemkab Sanggau dan Pertamina Siapkan 20 Pangkalan Siaga LPG 3 Kg Pengiriman minyak dalam jumlah besar ini berasal dari hasil produksi Blok 405A, menyusul perpanjangan kontrak bagi hasil ( Production Sharing Contract /PSC) yang memastikan operasional Pertamina di negara Afrika Utara tersebut hingga 25 tahun ke depan. "Untuk pertama kalinya PT Pertamina Internasional EP (PIEP) Regional Internasional... melaksanakan first lifting minyak mentah sebesar 1 juta barel dari Port Arzew, Oran, Aljazair ke Indonesia pada Rabu, 24 Desember 2025," tulis laporan resmi perusahaan. Strategi Kurangi Impor Langkah strategis ini merupakan implementasi nyata dari semangat "Bring the Barrel Home" . Di tengah kondisi cadangan minyak bumi nasional yang tercatat tinggal 4,42 miliar barel dengan produksi harian 608,1 ribu barel, jauh di bawah kebutuhan nasional yang mencapai 1,6 juta barel per hari membawa pulang hasil minyak dari ladang luar negeri menjadi solusi krusial untuk menekan defisit neraca perdagangan. Baca Juga:  Kejagung Tetapkan 9 Tersangka Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah dan BBM Pertamina, Kerugian Negara Capai Rp285 Triliun "Akuisisi blok migas yang sudah berproduksi di luar negeri merupakan salah satu strategi perseroan untuk mengurangi impor minyak. Dengan langkah ini, Pertamina dapat membawa hasil produksinya ke Indonesia yang cadangan dan produksi minyaknya terus menipis," jelas keterangan tersebut. Potensi Jangka Panjang Kerja sama antara Pertamina dan perusahaan migas Aljazair, Sonatrach, telah terjalin sejak 2002. Kini, dengan pengelolaan penuh di Blok 405A, PIEP memproyeksikan potensi produksi puncak mencapai 36.000 barel setara minyak per hari (BOEPD). Hal ini membuka peluang pengembangan baru di wilayah sekitar selama 25 tahun ke depan, ditambah opsi perpanjangan kontrak 10 tahun. "PIEP berpotensi menghasilkan produksi puncak di blok 405a sebesar 36.000 BOEPD serta membuka peluang baru pengembangan di wilayah sekitar dalam 25 tahun ke depan," tambah data operasional tersebut. Sebelum pengapalan dilakukan, kedua belah pihak telah menandatangani kontrak layanan lifting pada 22 Desember 2025 di Kantor Pusat Sonatrach, memuluskan jalan bagi minyak Aljazair untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK