Bukan Cuma Hamil, Ini 5 Alasan Ilmiah Anda Sering Mual di Pagi Hari
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Bangun tidur seharusnya menjadi momen untuk memulai hari dengan segar.
Namun, bagi sebagian orang, pagi hari justru disambut dengan rasa mual yang tidak nyaman.
Perasaan ingin muntah atau "eneg" di pagi hari ini seringkali langsung dikaitkan dengan tanda-tanda kehamilan.
Padahal, ada banyak faktor dan mekanisme ilmiah lain di dalam tubuh yang bisa menjadi pemicunya, yang sama sekali tidak berhubungan dengan kehamilan.
Baca Juga:
Dilarang Minum Es Saat Demam? Ternyata Mitos, Ini Penjelasan Medisnya
Jika Anda sering mengalaminya, mual di pagi hari bisa jadi merupakan sinyal dari tubuh Anda tentang apa yang terjadi selama Anda tidur.
Berikut adalah lima alasan ilmiah umum mengapa Anda mungkin sering merasa mual saat bangun tidur.
1. Kadar Gula Darah Rendah (Hipoglikemia)
Saat Anda tidur, tubuh Anda "berpuasa" selama 6-8 jam.
Selama waktu ini, tubuh terus menggunakan energi (glukosa) untuk fungsi-fungsi dasar.
Bagi sebagian orang, puasa semalaman ini dapat menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah di pagi hari, sebuah kondisi yang disebut
hipoglikemia
ringan.
Ilmiahnya: Otak Anda sangat bergantung pada glukosa sebagai bahan bakar.
Ketika kadar glukosa menipis, tubuh melepaskan hormon stres seperti epinefrin (adrenalin) dan kortisol untuk mencoba menaikkan gula darah.
Lonjakan hormon inilah yang dapat memicu gejala mual, pusing, dan gemetar.
2. Refluks Asam Lambung (GERD)
Ini adalah salah satu penyebab paling umum mual di pagi hari.
Gastroesophageal Reflux Disease
(GERD) adalah kondisi di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus).
Ilmiahnya: Saat Anda dalam posisi berbaring telentang selama berjam-jam saat tidur, katup antara lambung dan kerongkongan (sfingter esofagus) menjadi lebih mudah rileks.
Gravitasi tidak lagi membantu menahan asam lambung tetap di bawah.
Akibatnya, asam lambung yang korosif dapat mengiritasi lapisan kerongkongan sepanjang malam, menyebabkan Anda bangun dengan tenggorokan panas, rasa asam, dan mual yang signifikan.
3. Dehidrasi
Setelah tidur semalaman, tubuh Anda secara alami mengalami dehidrasi ringan.
Anda kehilangan cairan melalui pernapasan dan keringat tanpa adanya asupan air pengganti.
Ilmiahnya: Dehidrasi menyebabkan volume darah sedikit menurun.
Untuk mengimbanginya, tubuh Anda dapat memicu beberapa respons, termasuk pelepasan hormon vasopresin.
Kondisi kekurangan cairan ini dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan menurunkan aliran darah ke otak, yang seringkali bermanifestasi sebagai pusing, sakit kepala ringan, dan mual.
4. Stres dan Kecemasan (Koneksi Otak-Usus)
Pernah merasa "mulas" atau "eneg" saat gugup? Ini adalah bukti nyata adanya koneksi otak-usus (
gut-brain axis
).
Jika Anda bangun dengan perasaan cemas memikirkan pekerjaan, tenggat waktu, atau masalah pribadi, tubuh Anda merespons secara fisik.
Ilmiahnya: Saat Anda stres, sistem saraf simpatik Anda aktif dan melepaskan hormon stres (terutama kortisol) ke dalam aliran darah.
Lonjakan kortisol di pagi hari ini dapat secara langsung memengaruhi sistem pencernaan, memperlambat pengosongan lambung, atau meningkatkan kontraksi usus, yang semuanya dapat diterjemahkan oleh otak sebagai rasa mual.
5. Perubahan Hormonal (Kehamilan)
Tentu saja, alasan paling terkenal ini tidak bisa dikesampingkan karena landasan ilmiahnya sangat kuat.
Dikenal sebagai
morning sickness
, mual di pagi hari adalah gejala klasik awal kehamilan.
Ilmiahnya: Setelah sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim, tubuh mulai memproduksi hormon
human chorionic gonadotropin
(hCG) dalam jumlah besar.
Peningkatan pesat kadar hCG, bersama dengan lonjakan estrogen dan progesteron, diyakini berdampak langsung pada "pusat mual" di otak.
Hormon-hormon ini juga dapat mengendurkan otot-otot saluran pencernaan, yang berkontribusi terhadap
refluks
dan rasa mual.
Baca Juga:
4 Tips Intermittent Fasting Aman untuk Asam Lambung dan GERD, Wajib Konsultasi Dokter
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.