faktakalbar

Bukan Cuma Ibu-Ibu, BKMT Pontianak Rangkul Jemaah Pria

Penulis: Redaksi Friday, 30 January 2026 📖 1 menit
Bukan Cuma Ibu-Ibu, BKMT Pontianak Rangkul Jemaah Pria
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Pontianak melakukan strategi baru dalam pendekatan dakwah. Organisasi yang selama ini identik dengan pengajian kaum ibu tersebut kini memperluas jangkauannya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum bapak. Ketua BKMT Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie , menegaskan perubahan arah gerak organisasi tersebut dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Kamis (29/1/2026). Baca Juga:  Edi Kamtono Ajak Perkuat Iman Hadapi Tantangan Zaman Yanieta menyampaikan bahwa BKMT saat ini terus bertransformasi, tidak lagi hanya menjadi wadah pembinaan bagi kaum ibu, tetapi berkembang menjadi ruang kebersamaan umat yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum bapak. Menjadi Ruang Inklusif Transformasi ini menjadi upaya BKMT untuk menjadikan organisasi tersebut sebagai rumah bersama dalam pembinaan keimanan dan ukhuwah di Kota Pontianak. Yanieta menjelaskan langkah melibatkan lintas unsur dalam kepengurusan BKMT merupakan strategi agar masyarakat merasakan dampak pembinaan keagamaan secara lebih luas. "BKMT ingin hadir sebagai ruang yang inklusif, tempat menimba ilmu, mempererat silaturahmi, serta menguatkan nilai-nilai keislaman di tengah tantangan kehidupan modern," katanya. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mendukung langkah BKMT tersebut. Edi menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan sangat penting di era digital saat ini. "Kolaborasi dan sinergi antara BKMT dan Pemerintah Kota Pontianak perlu terus dijaga. Majelis taklim memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas organisasi sekaligus kualitas keimanan masyarakat," ungkap Edi. Baca Juga:  Edi Kamtono Cek Kebakaran Lahan di Perbatasan Pontianak Lebih lanjut, Edi menekankan pentingnya peringatan hari besar Islam sebagai momen refleksi diri. “Isra Mikraj adalah tonggak sejarah umat Islam karena di sanalah perintah salat diturunkan. Di tengah era digital saat ini, ketika arus informasi dan komunikasi begitu cepat, peringatan Isra Mikraj harus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat keimanan dan ketenangan batin,” pungkasnya. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK