faktakalbar

Bukan Dibully Tenaga Pendidik: Polisi Ungkap Fakta Perkelahian Antarsantri di Kubu Raya

Penulis: Redaksi Tuesday, 16 September 2025 📖 2 menit
Bukan Dibully Tenaga Pendidik: Polisi Ungkap Fakta Perkelahian Antarsantri di Kubu Raya
Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Sebuah video yang sempat viral di media sosial, mengabarkan seorang santri Pondok Pesantren Asy-Sayfi’iyah, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, menjadi korban perundungan oleh tenaga pendidiknya. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh pihak berwajib , kabar tersebut dipastikan hoaks. Pihak kepolisian menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi hanyalah perkelahian antarsantri. Baca Juga: Pemkab Sintang Tegaskan Perbup Jam Malam yang Beredar di WhatsApp Adalah Hoaks Klarifikasi ini dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Punggur Kecil, Aipda Deni Ardiansyah, bersama Kepala Dusun Kenanga Baharudin dan pengurus RW setempat. Hasil penyelidikan tidak menemukan adanya tindakan kekerasan dari tenaga pendidik pondok pesantren terhadap santri. Peristiwa ini bermula pada Selasa, (9/9/2025), sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang tenaga pendidik mendapati dua santri sedang bergurau saat seharusnya mereka bersiap untuk tidur siang. Saat ditegur, salah satu santri tidak terima dan melakukan tindakan tidak terpuji terhadap temannya, yang kemudian berujung pada perkelahian. Perkelahian tersebut berhasil dilerai oleh pengasuh pondok. Namun, salah satu santri sempat melarikan diri ke arah Sungai Bemban dan berhenti di sebuah warung. Saat berada di sana, ia menangis dan mengaku dipukul di pondok pesantren. Jawaban spontan ini direkam oleh seorang warga, dan videonya menyebar luas di media sosial, memicu narasi palsu bahwa santri dibully tenaga pendidiknya. Setelah kejadian tersebut, seorang Ustaz dari pondok pesantren menjemput santri itu, tetapi sempat dihalangi oleh warga. Akhirnya, anak tersebut diantar pulang ke rumah ibunya. Keesokan harinya, ia kembali ke pondok untuk melanjutkan aktivitasnya seperti biasa. Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalur restorative justice di Kantor Desa Punggur Kecil, pada Rabu, (10/9/2025). Baca Juga: Heboh! Tersebar Video Korban Begal di Kubu Raya ,Ternyata Hoaks Mediasi dihadiri oleh orang tua kedua santri, pengurus pondok pesantren, Kepala Dusun, dan Bhabinkamtibmas. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara damai dan menandatangani surat pernyataan tanpa unsur paksaan. Kapolsek Sungai Kakap, IPDA Dollas Zimmi, melalui Kasubsie Penmas Aiptu Ade, menegaskan bahwa kabar viral tentang bullying oleh tenaga pendidik adalah tidak benar. “Faktanya, yang terjadi adalah perkelahian antarsantri. Saat ini keduanya sudah berdamai, bahkan sudah kembali berteman dan beraktivitas normal di pondok,” jelas Aiptu Ade, Selasa (16/9/2025). Aiptu Ade juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. “Kami harap warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Apabila ada persoalan, sebaiknya langsung dikomunikasikan dengan pihak terkait,” tegasnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK