faktakalbar

Bukan Diganggu Makhluk Halus! Ini Penjelasan Ilmiah Kenapa Tubuhmu Lumpuh Saat Ketindihan

Penulis: Redaksi Wednesday, 01 October 2025 📖 1 menit
Bukan Diganggu Makhluk Halus! Ini Penjelasan Ilmiah Kenapa Tubuhmu Lumpuh Saat Ketindihan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Ketindihan, atau dalam istilah ilmiah disebut sleep paralysis , adalah kondisi saat seseorang sadar namun tidak dapat menggerakkan tubuhnya saat akan tidur atau saat bangun tidur. Pengalaman ini sering kali disertai halusinasi visual atau auditori yang menakutkan, sehingga banyak orang menganggapnya sebagai fenomena mistis. Namun, secara ilmiah, kondisi ini memiliki penjelasan yang logis. Berikut adalah penjelasan ilmiah di balik fenomena ketindihan: Baca Juga:  Sulit Tidur? Ini 10 Tips Ampuh Mengusir Insomnia untuk Tidur yang Berkualitas 1. Gangguan pada Siklus Tidur REM Ketindihan terjadi karena adanya ketidakselarasan antara otak dan tubuh saat transisi antara fase tidur REM ( Rapid Eye Movement ) dan keadaan bangun. Selama tidur REM, otot-otot tubuh kita secara alami lumpuh (atonia) untuk mencegah kita bergerak mengikuti mimpi. Saat ketindihan terjadi, otak sudah sadar, tetapi kelumpuhan otot ini masih berlangsung. Akibatnya, kita terbangun dalam keadaan sadar penuh, tetapi tidak bisa menggerakkan tubuh. 2. Halusinasi Akibat Kondisi Setengah Sadar Pengalaman melihat bayangan atau mendengar suara saat ketindihan bukanlah hal gaib. Ini adalah bentuk halusinasi yang terjadi karena otak masih berada di antara kondisi tidur dan sadar. Area otak yang menghasilkan mimpi masih aktif, sementara indra kita sudah mulai bekerja. Kondisi ini membuat otak mencoba mengisi kekosongan informasi dengan halusinasi, yang sering kali terasa menakutkan. 3. Pemicu dan Faktor Risiko Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ketindihan. Kelelahan ekstrem atau kurang tidur dapat mengacaukan siklus tidur alami. Pola tidur yang tidak teratur, seperti pada pekerja shift, juga dapat memicu kondisi ini. Selain itu, posisi tidur telentang sering kali dikaitkan dengan peningkatan risiko, begitu pula dengan kondisi mental seperti stres, kecemasan, dan trauma. Memahami ketindihan dari sudut pandang ilmiah dapat membantu mengurangi rasa takut dan cemas saat mengalaminya. Ini adalah kondisi sementara dan umumnya tidak berbahaya. Jika terjadi berulang, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Baca Juga:  Playlist Santai: 5 Lagu Bahasa Inggris Terbaik untuk Mengusir Insomnia (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK