Bukan Hanya Kue Keranjang, Ini 5 Hidangan Khas Imlek yang Penuh Makna
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Perayaan
Tahun Baru Imlek
selalu identik dengan pesta makan besar bersama keluarga.
Di Indonesia, kue keranjang mungkin menjadi ikon utama yang paling mudah ditemukan.
Namun, tahukah Anda bahwa di atas meja sembahyang maupun meja makan, terdapat deretan hidangan lain yang tidak kalah penting?
Setiap hidangan yang disajikan memiliki simbolisme tersendiri, mulai dari harapan akan rezeki yang melimpah hingga doa untuk umur yang panjang.
Baca Juga:
Sambut Keberuntungan: 5 Kebiasaan Unik Masyarakat Tionghoa Menjelang Imlek
Berikut adalah 5 hidangan khas Imlek selain kue keranjang yang sarat akan makna:
1. Ikan Bandeng (Simbol Rezeki Berlebih)
Dalam budaya masyarakat
Tionghoa
di Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, ikan bandeng adalah menu wajib.
Dalam bahasa Mandarin, ikan disebut
Yu
, yang pengucapannya mirip dengan kata yang berarti "
surplus
" atau "berlebih".
Menyajikan ikan secara utuh (dari kepala hingga ekor) melambangkan awal dan akhir tahun yang baik.
Tradisinya, ikan ini tidak dihabiskan seluruhnya pada malam Imlek agar ada "sisa" rezeki untuk dinikmati di tahun yang baru.
2.
Siu Mie
atau Mi Panjang Umur
Siu Mie
adalah hidangan mi goreng yang memiliki tekstur panjang dan tidak terputus.
Sesuai namanya, mi ini melambangkan harapan akan umur yang panjang, kesehatan, dan rezeki yang terus mengalir tanpa hambatan.
Cara menyantapnya pun unik: mi harus dimakan secara utuh dari ujung ke ujung tanpa digigit hingga putus. Jika mi terputus saat dimakan, dipercaya bisa mengurangi makna keberuntungan yang dibawa.
3.
Yusheng
(Prosperity Toss)
Yusheng
adalah salad ikan segar yang dicampur dengan irisan sayuran warna-warni, kacang, dan berbagai saus.
Tradisi memakan
Yusheng
sangat atraktif karena seluruh anggota keluarga akan berdiri dan mengaduk hidangan tersebut bersama-sama menggunakan sumpit, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara.
Semakin tinggi adukan diangkat, dipercaya semakin besar pula keberuntungan yang akan didapat di tahun tersebut.
4.
Jiaozi
atau Pangsit
Bentuk
Jiaozi
yang menyerupai
Yuanbao
(uang perak atau emas kuno di Tiongkok) menjadikannya simbol kekayaan dan kemakmuran.
Masyarakat percaya bahwa semakin banyak makan pangsit saat Imlek, semakin banyak pula pundi-pundi kekayaan yang bisa dikumpulkan di tahun mendatang.
Biasanya,
Jiaozi
diisi dengan daging cincang dan sayuran yang dibungkus kulit tepung tipis.
5. Lapis Legit
Meskipun berakar dari pengaruh budaya Eropa, Lapis Legit telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek di Indonesia.
Teksturnya yang berlapis-lapis melambangkan harapan agar keberuntungan dan rezeki datang secara bertumpuk atau berlapis-lapis di masa depan.
Proses pembuatannya yang membutuhkan kesabaran juga mencerminkan ketekunan dalam menjalani hidup.
Menyantap hidangan khas Imlek bukan sekadar urusan memuaskan rasa lapar, melainkan cara keluarga untuk saling mendoakan melalui simbol-simbol kebaikan.
Keberagaman kuliner ini memperkaya makna perayaan dan mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga.
Baca Juga:
Lebih dari Sekadar Manis, Inilah 7 Fakta Unik Kue Keranjang Saat Imlek
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.