Bukan Sekadar Menahan Lapar, Ini 5 Persiapan Hati Menjelang Pra Paskah Umat Katolik
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Bagi umat Katolik, masa
Pra Paskah
(
Lent
) adalah momen yang sangat dinantikan.
Ini adalah waktu istimewa selama 40 hari untuk masuk ke dalam "gurun rohani", menjauh sejenak dari hiruk-pikuk duniawi demi mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Namun, seringkali kita terjebak pada ritual lahiriah semata, seperti sibuk mencari jadwal Misa Rabu Abu atau sekadar menahan lapar.
Padahal,
esensi
Pra Paskah jauh lebih dalam dari itu. Ini adalah tentang kerinduan hati untuk dipulihkan dan dibaharui.
Baca Juga:
Mengenal Lebih Dekat, Ini 4 Fakta Menarik Seputar Puasa Pra Paskah Umat Katolik
Agar masa pertobatan ini berbuah manis bagi batin Anda, berikut adalah 5 hal penting yang perlu dipersiapkan:
1. Luruskan Motivasi dan Niat
Sebelum memulai pantang dan puasa, tanyakan pada diri sendiri: "Untuk apa saya melakukan ini?" Jangan sampai ibadah ini hanya menjadi rutinitas tahunan atau sekadar ikut-ikutan.
Tanamkan niat bahwa puasa ini adalah bentuk solidaritas kita terhadap penderitaan Kristus dan sesama yang kekurangan.
Dengan niat yang lurus, rasa lapar tidak akan menjadi beban, melainkan doa yang hidup.
2. Pahami Aturan "Puasa" dan "Pantang"
Berbeda dengan diet, puasa Katolik memiliki aturan gerejawi yang khas.
Persiapkan diri untuk memahami bedanya.
"Puasa" (makan kenyang satu kali sehari) wajib bagi usia 18-59 tahun.
Sedangkan "Pantang" (menghindari daging, rokok, atau kesenangan lain) wajib bagi usia 14 tahun ke atas. Tentukan sejak awal apa wujud pantang pribadi Anda tahun ini.
Apakah pantang
gadget
, pantang mengeluh, atau pantang minuman manis? Buatlah komitmen yang konkret.
3. Siapkan Hati untuk Sakramen Rekonsiliasi
Memasuki masa suci ibarat masuk ke rumah yang bersih.
Persiapkan batin untuk menerima Sakramen Tobat (Pengakuan Dosa).
Jangan menunggu antrean panjang menjelang Paskah.
Lakukanlah pemeriksaan batin lebih awal. Akui kelemahan diri dengan jujur di hadapan Tuhan, dan rasakan kelegaan karena pengampunan-Nya.
Ini adalah langkah awal untuk "merobek hati", bukan sekadar pakaian.
4. Rencanakan Aksi Kasih Nyata (APP)
Puasa tanpa berbagi hanyalah diet semata. Dalam tradisi Katolik Indonesia, ada Aksi Puasa Pembangunan (APP).
Siapkan celengan atau amplop khusus di rumah.
Uang yang biasanya Anda pakai untuk jajan atau rokok yang kini "dipantang", sisihkanlah untuk dimasukkan ke dalam kotak APP tersebut.
Persiapkan mental untuk lebih dermawan kepada mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir.
5. Atur Jadwal Devosi Jalan Salib
Selama masa Pra Paskah, Gereja biasanya mengadakan ibadah Jalan Salib setiap hari Jumat.
Persiapkan waktu Anda di sela-sela kesibukan kerja untuk mengikuti devosi ini.
Merenungkan kisah sengsara Yesus bukan untuk membuat kita sedih, melainkan untuk menyadarkan kita betapa besarnya cinta Tuhan, sehingga kita memiliki kekuatan untuk memanggul salib kehidupan kita masing-masing.
Selamat memasuki masa Pra Paskah.
Semoga 40 hari ke depan menjadi perjalanan rohani yang mendewasakan iman dan kasih.
Baca Juga:
Bukan Sekadar Tanda Salib di Dahi, Ini 4 Fakta Menarik Rabu Abu bagi Umat Katolik
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.