faktakalbar

Bukan Sekadar Sedih, Ini Alasan Ilmiah Kenapa Rasa Kehilangan Membuat Nafsu Makan Hilang

Penulis: Redaksi Monday, 06 April 2026 📖 2 menit
Bukan Sekadar Sedih, Ini Alasan Ilmiah Kenapa Rasa Kehilangan Membuat Nafsu Makan Hilang
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pernahkah Anda merasa perut sangat lapar, namun tepat setelah mendengar kabar duka atau mengalami patah hati , keinginan untuk makan mendadak sirna? Bahkan, aroma makanan favorit yang biasanya menggugah selera pun terasa hambar dan memicu rasa mual. Fenomena "kenyang karena sedih" ini bukanlah sekadar sugesti . Tubuh manusia memiliki mekanisme biologis yang rumit saat menghadapi rasa kehilangan atau duka mendalam ( grief ). Berikut adalah alasan ilmiah mengapa rasa kehilangan membuat nafsu makan turut hilang: Baca Juga:  Mengenal Fenomena Lapar Palsu Saat Puasa Ramadan 1. Respons Fight or Flight yang Aktif Saat kita kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berharga, otak menganggapnya sebagai ancaman besar atau stres tingkat tinggi. Hal ini memicu sistem saraf simpatik untuk mengaktifkan respons fight or flight (lawan atau lari). Dalam kondisi ini, tubuh memprioritaskan energi untuk bertahan hidup dan secara otomatis menonaktifkan fungsi-fungsi yang dianggap tidak mendesak, termasuk sistem pencernaan. 2. Pelepasan Hormon Kortisol dan Adrenalin Ketika berduka, tubuh memproduksi hormon stres seperti adrenalin dan kortisol secara berlebihan. Adrenalin bekerja mempercepat detak jantung dan memperlambat pergerakan lambung. Akibatnya, proses pengosongan lambung melambat dan sinyal lapar yang biasanya dikirim ke otak menjadi terhambat. Itulah sebabnya perut terasa "penuh" atau kembung meskipun kita belum makan seharian. 3. Penurunan Hormon Kebahagiaan Rasa kehilangan secara drastis menurunkan kadar serotonin dan dopamin dalam otak. Padahal, serotonin memiliki peran penting dalam mengatur nafsu makan. Ketika kadar hormon ini anjlok, keseimbangan sinyal lapar dan kenyang di hipotalamus menjadi kacau. Seseorang yang sedang berduka sering kali merasa tidak memiliki energi bahkan hanya untuk sekadar mengunyah makanan. 4. Gangguan Fokus Mental Duka mendalam membuat pikiran seseorang tersita sepenuhnya oleh objek yang hilang. Otak menjadi terlalu sibuk memproses emosi, memori, dan rasa sakit sehingga mengabaikan kebutuhan fisik dasar. Dalam kondisi ini, tubuh seolah lupa memberikan instruksi kepada indra penciuman dan perasa untuk menikmati makanan. 5. Sensasi "Batu di Perut" Secara psikis, stres akibat kehilangan sering kali bermanifestasi secara fisik dalam bentuk ketegangan otot di area perut dan kerongkongan. Sensasi ini sering digambarkan seperti ada gumpalan atau "batu" yang menyumbat, sehingga menelan makanan terasa sangat sulit dan menyiksa secara emosional. Baca Juga:  Bahaya Lapar Mata Saat Berburu Takjil Ramadhan (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK