Bukan Sekadar Uang Jajan! Inilah 4 Fakta Menarik Tentang Angpao yang Wajib Kamu Tahu
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Momen
Tahun Baru Imlek
rasanya tidak lengkap tanpa kehadiran amplop merah mungil yang paling dinanti, yaitu
angpao
.
Memberi dan menerima angpao telah menjadi tradisi turun-temurun yang melintasi berbagai generasi.
Namun, di balik kegembiraan saat membukanya, ternyata ada aturan main dan sejarah unik yang mungkin belum banyak diketahui.
Berikut adalah 4 fakta menarik tentang angpao yang perlu Anda ketahui:
Baca Juga:
Bawa Hoki ke Rumah! Inilah 5 Buah yang Wajib Ada Saat Imlek Beserta Maknanya
1. Makna Warna Merah yang Sakral
Banyak yang mengira isi uang adalah bagian terpenting, namun secara tradisional, justru amplop merahnya yang memiliki makna mendalam.
Warna merah melambangkan energi, kebahagiaan, dan keberuntungan.
Memberi angpao berarti memberikan doa agar penerimanya terlindungi dari energi negatif dan mendapatkan hoki yang melimpah sepanjang tahun.
Pantangan Angka Empat
Dalam tradisi Tionghoa, jumlah uang di dalam angpao sangat diperhatikan.
Sangat dilarang memberikan jumlah uang yang mengandung angka "4" (seperti 40.000 atau 400.000).
Hal ini dikarenakan pelafalan kata empat (
si
) dalam bahasa Mandarin terdengar sangat mirip dengan kata mati.
Sebaliknya, angka delapan (
ba
) sangat dianjurkan karena terdengar seperti kata kemakmuran (
fa
).
3. Hanya untuk yang Belum Menikah
Tradisi aslinya menyebutkan bahwa angpao diberikan oleh orang yang sudah berkeluarga (menikah) kepada anak-anak, remaja, atau orang dewasa yang belum menikah.
Orang yang sudah menikah dianggap telah dewasa secara sosial dan finansial, sehingga memiliki kewajiban untuk membagikan keberuntungan kepada mereka yang masih lajang.
4. Dilarang Membuka di Depan Pemberi
Menjaga etika adalah bagian penting dari tradisi ini.
Sangat tidak sopan jika seseorang langsung membuka angpao di hadapan si pemberi.
Penerima harus menerimanya dengan kedua belah tangan, mengucapkan terima kasih atau doa baik, lalu menyimpannya terlebih dahulu.
Ini adalah bentuk penghormatan terhadap ketulusan si pemberi ketimbang fokus pada nominal uangnya.
Baca Juga:
Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Sa Cap Meh dan Cap Go Meh dalam Tradisi Imlek
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.