faktakalbar

Bukit Merindu Jadi Percontohan, Kayong Utara Pacu Produksi Jagung Nasional Menuju Target Ekspor 2026

Penulis: Redaksi Friday, 09 January 2026 📖 2 menit
Bukit Merindu Jadi Percontohan, Kayong Utara Pacu Produksi Jagung Nasional Menuju Target Ekspor 2026
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Kawasan Bukit Merindu di Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, kini ditetapkan sebagai lokasi percontohan ( role model ) pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Kayong Utara. Langkah strategis ini diambil untuk mendongkrak produktivitas lahan lokal sekaligus mendukung target ambisius pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan. Dalam panen raya serentak yang digelar Kamis (8/1/2026), wilayah ini menunjukkan potensi besar meski belum seluruh lahan memasuki masa panen optimal. Kegiatan ini terintegrasi dengan agenda nasional yang memantau kesiapan daerah dalam menyuplai kebutuhan pangan kuartal IV tahun 2025. Baca Juga:  Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Meliau Cek Lahan Jagung di Sungai Mayam AKBP Adi Prabowo, yang memantau langsung kondisi lapangan, menyebutkan bahwa Bukit Merindu akan menjadi standar bagi desa-desa lain di Kayong Utara. Fokus utamanya bukan sekadar menanam, melainkan memastikan adanya nilai ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. "Bukit Merindu ini menjadi role model . Bersama Dinas Pertanian, evaluasi dan pendampingan akan terus dilakukan agar petani mendapatkan hasil maksimal dan nilai tambah ekonomi," ujarnya di sela-sela kegiatan. Kalbar Lumbung Pangan Baru Di tingkat provinsi, Kalimantan Barat mencatatkan prestasi signifikan. Wilayah Bengkayang bahkan baru saja memecahkan rekor MURI untuk aksi panen dan pemipilan jagung serentak yang melibatkan 1.500 petani. Hal ini mengindikasikan kesiapan Kalimantan Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Pemerintah pusat sendiri menargetkan perluasan lahan tanam hingga satu juta hektare secara nasional pada tahun 2026. Jika target ini terpenuhi, Indonesia diproyeksikan tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri (swasembada), tetapi juga siap membuka keran ekspor jagung ke pasar internasional. Sinergi Lintas Sektor Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi solid antara pemerintah daerah, aparat keamanan sebagai pendamping, dan kelompok tani. Di Kayong Utara, sinergi ini diperkuat dengan peran aktif penyuluh dan petugas lapangan yang mendampingi petani mengelola lahan tidur menjadi produktif. Selain fokus pada sektor agraria, momentum panen raya ini juga dibarengi dengan aksi sosial berupa layanan kesehatan dan penyaluran bantuan bagi kelompok tani setempat, guna menjaga kesejahteraan masyarakat di kantong-kantong produksi pangan. Baca Juga:  Inflasi Kalbar Desember 2025 Capai 1,85%, Kayong Utara Tertinggi (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK