faktakalbar

Bulog Targetkan 5.000 Ton Jagung Kalbar, Sambas Diandalkan

Penulis: Redaksi Wednesday, 02 July 2025 📖 1 menit
Bulog Targetkan 5.000 Ton Jagung Kalbar, Sambas Diandalkan
Faktakalbar.id, SAMBAS – Perum Bulog menargetkan penyerapan 1 juta ton jagung secara nasional hingga akhir 2025, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2025. Untuk wilayah Kalimantan Barat, target penyerapan yang ditetapkan mencapai 5.000 ton. Perwakilan Bulog Singkawang, Muhammad Hilnan Riandi, menyampaikan bahwa Kabupaten Sambas diharapkan menjadi kontributor utama dalam pencapaian target tersebut. Baca Juga:   Bulog dan Kodim Sambas Serap Gabah Petani Tebas Rp6.500 per Kg Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi pelaksanaan Inpres Nomor 10 di Sambas, Senin (30/06/2025). “ Bulog mendapat penugasan menyerap 5.000 ton jagung di Kalbar. Kami berharap Sambas bisa menjadi kontributor dalam realisasi target ini ,” ujarnya. Hilnan menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 29 Tahun 2025, di mana Bulog bertindak sebagai operator pemerintah dalam menyerap jagung untuk memenuhi kebutuhan peternak dan menjaga stabilitas harga pangan nasional. Dalam skema tersebut, harga pembelian jagung ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen. “ Jagung yang diserap akan disimpan dan didistribusikan saat dibutuhkan untuk menstabilkan harga di pasar ,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kualitas jagung juga akan diperiksa, terutama kadar aflatoksin yang tidak boleh melebihi 50 ppb, sebagai syarat utama agar jagung dapat masuk ke dalam stok Bulog. Baca Juga:   Program SPHP dan Bantuan Beras dari Bapanas Siap Diluncurkan, Ini Rinciannya “ Ini menjadi syarat utama agar jagung bisa masuk ke dalam stok Bulog ,” pungkasnya. (DNS)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK