faktakalbar

Bupati Kubu Raya Gelar Rapat Mendadak Bahas Kendaraan Bertonase Besar Lewati Jalan Masyarakat

Penulis: Redaksi Wednesday, 03 September 2025 📖 2 menit
Bupati Kubu Raya Gelar Rapat Mendadak Bahas Kendaraan Bertonase Besar Lewati Jalan Masyarakat
Faktakalbar.id, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya , Sujiwo, secara mendadak mengadakan rapat penting bersama Camat Sungai Ambawang, Camat Kuala Mandor B, serta sejumlah kepala desa pada Selasa (2/9/2025). Pertemuan yang digelar di ruang kerja Bupati ini fokus membahas keluhan masyarakat terkait semakin maraknya kendaraan bertonase besar yang melintasi jalan desa dan permukiman warga. Baca Juga: Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas Digalakkan Polres Sambas di Titik-titik Rawan Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya terhadap infrastruktur jalan dan kenyamanan warga. Dalam rapat tersebut, Bupati Sujiwo menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak negatif lalu lintas kendaraan bermuatan berat, terutama pada infrastruktur jalan kabupaten yang baru saja rampung diperbaiki. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas jalan yang telah dibangun dengan susah payah. “Ini bukan hanya tentang kenyamanan masyarakat, tapi juga soal keberlangsungan infrastruktur yang kita bangun dengan anggaran daerah. Jalan kabupaten yang baru diperbaiki akan cepat rusak jika terus-menerus dilalui kendaraan bermuatan berlebih. Ini harus kita antisipasi segera,” tegas Bupati. Bupati Sujiwo menjelaskan bahwa jalan desa dan jalan kabupaten dirancang dengan spesifikasi tertentu yang tidak diperuntukkan menahan beban kendaraan berat seperti truk pengangkut hasil tambang, kayu, atau sawit. Jika tidak ada pengaturan yang tegas, anggaran daerah akan terus-menerus terbebani untuk biaya perbaikan jalan yang seharusnya bisa bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama. Pengelolaan kendaraan bertonase besar menjadi krusial untuk keberlanjutan infrastruktur. Baca Juga: Penindakan Kendaraan ODOL Diperketat, Polres Melawi Mulai Sosialisasi Juni 2025 Menindaklanjuti hal ini, Camat Sungai Ambawang, Jurin, dan Camat Kuala Mandor B, H. Muhamad, diinstruksikan untuk segera berkoordinasi dengan seluruh kepala desa. Tujuan koordinasi ini adalah untuk mendata titik-titik rawan kerusakan serta mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang aktif melintas di jalur tersebut. Bupati juga mengarahkan pembentukan tim gabungan untuk melakukan inspeksi lapangan dan menyusun rekomendasi teknis dan administratif yang komprehensif. Beberapa kepala desa yang turut hadir dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa keluhan dari masyarakat terus meningkat. Isu utama yang diangkat adalah masalah keselamatan pengguna jalan dan debu yang dihasilkan oleh kendaraan-kendaraan besar tersebut. Baca Juga: Sopir Ekspedisi Kalbar Konsolidasi Jelang Aksi Damai Tolak ODOL Banyak warga merasa cemas karena kondisi jalan yang menjadi licin dan rusak parah, terutama saat musim hujan tiba. “Kalau tidak ada pengawasan, jalan ini bisa rusak lagi dalam waktu singkat, padahal baru saja diperbaiki,” kata Mat Ali, Kepala Desa Kuala Mandor B, mengungkapkan kekhawatirannya. Sebagai langkah awal dari hasil rapat, akan dibentuk tim pengawasan yang melibatkan pihak kecamatan dan desa. Tim ini akan bertanggung jawab dalam rencana penertiban kendaraan bertonase besar yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Pemerintah daerah juga berencana untuk memanggil pihak perusahaan terkait guna duduk bersama dan mencari solusi yang konstruktif dan berkelanjutan. Masyarakat Kubu Raya sangat berharap pemerintah daerah dapat bertindak tegas dan tidak membiarkan kerusakan jalan terus terjadi akibat kendaraan bermuatan melebihi kapasitas. Penertiban ini diharapkan dapat menjaga kualitas jalan dan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan warga. Baca Juga: Penindakan Kendaraan ODOL Diperketat, Polres Melawi Mulai Sosialisasi Juni 2025 (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK