Bupati Melawi Beberkan Adanya Pesan Caci Maki Jelang Pelantikan, Nasib TPP ASN Masih Bersyarat
Faktakalbar.id, MELAWI
– Proses rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi kembali menyita perhatian.
Di balik seremonial pelantikan yang digelar pada Jumat (12/12/2025), Bupati Melawi,
Dadi Sunarya Usfa Yursa
, secara terbuka membeberkan
dinamika
tidak sehat yang terjadi di kalangan birokrat.
Dalam sambutannya usai melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas, Dadi mengungkapkan adanya tekanan psikologis yang ia terima.
Ia mengaku menerima banyak pesan melalui aplikasi
WhatsApp
dari pihak-pihak yang tidak puas karena namanya tidak masuk dalam daftar pelantikan.
Baca Juga:
Waspada Hujan dan Angin Kencang, Polres Melawi Intensifkan Patroli di Titik Rawan
“Saya katakan terus terang, banyak sekali
WhatsApp
masuk. Ada yang menyampaikan keluhan, bahkan ada yang sampai menyumpah-nyumpah dan serapah hanya karena belum dilantik,” ujar Dadi di hadapan para pejabat yang hadir.
Pernyataan ini mengindikasikan tingginya tensi perebutan posisi strategis di lingkup Pemkab Melawi.
Menanggapi fenomena tersebut, Dadi menegaskan bahwa keputusan penempatan pejabat didasarkan pada evaluasi kinerja, bukan karena intimidasi atau tekanan personal.
“Saya tetap memahami dinamika itu, tetapi proses ini harus melalui evaluasi yang objektif. Orang-orangnya sudah ada, tapi kenapa belum dilantik? Karena masih dalam proses evaluasi,” tegasnya.
Pencairan TPP Masih "Tanda Bintang"
Selain isu ketidakpuasan pejabat, sorotan utama juga tertuju pada kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN).
Bupati Dadi melontarkan janji bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akan dibayarkan penuh pada tahun 2026 mendatang.
Namun, janji tersebut tidak bersifat mutlak, melainkan bersyarat.
Realisasi pembayaran penuh tersebut sangat bergantung pada capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, untuk tunggakan pembayaran TPP selama enam bulan di tahun 2025, pemerintah daerah masih menunggu kucuran dana bagi hasil dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Hal ini mengonfirmasi bahwa kondisi fiskal daerah masih sangat bergantung pada transfer dana dari pusat dan provinsi.
Posisi Staf Ahli Dibiarkan Kosong
Dalam gelombang mutasi kali ini, sejumlah posisi strategis seperti Staf Ahli diketahui masih dibiarkan kosong.
Bupati beralasan kekosongan ini disebabkan oleh proses peninjauan struktur organisasi yang masih berjalan.
Ia mengisyaratkan akan ada gelombang pelantikan susulan atau
reshuffle
lanjutan pada awal tahun depan.
Khusus kepada tujuh camat baru yang dilantik, Dadi memberikan
warning
keras agar mengubah gaya kerja. Ia meminta para camat untuk lebih sering turun ke lapangan memantau kondisi desa daripada hanya duduk di kantor.
“Jangan merendah diri sebelum dilantik, dan setelah dilantik jangan menunda kerja. Turun ke lapangan, hadapi tantangan, dan buktikan kinerja,” pungkasnya.
Baca Juga:
Teror Pelemparan Batu di Jalan Poros Melawi, Polisi Tingkatkan Patroli Malam Hari
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.