Bupati Sujiwo Tegas Sikapi Isu Penolakan Pembangunan Rumah Ibadah di Kubu Raya
Faktakalbar.id, KUBU RAYA -
Suasana harmonis di
Kabupaten Kubu Raya
, terusik dengan beredarnya sebuah surat yang mengatasnamakan forum Rukun Tetangga (RT).
Surat tersebut berisi pernyataan penolakan pembangunan rumah ibadah umat Katolik yang rencananya akan didirikan di Desa Kapur, Dusun Parit Mayor Darat.
Alasan yang tercantum dalam surat penolakan tersebut adalah karena lingkungan di wilayah itu diklaim sebagai wilayah mayoritas Muslim.
Baca Juga:
Gereja Santa Klara di Kubu Raya Dibobol, Barang Liturgi Hilang
Surat yang dilengkapi dengan beberapa cap stempel RT itu pun dengan cepat menarik perhatian publik dan pemerintah daerah setempat.
Menanggapi hal ini, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, tidak tinggal diam.
Ia dengan cepat dan tegas mengeluarkan pernyataan untuk meredam potensi konflik dan menegaskan kembali komitmen daerah terhadap nilai-nilai toleransi yang selama ini sudah terjaga dengan baik.
Menurutnya, tindakan intoleransi tidak akan pernah mendapat tempat di Bumi Kubu Raya.
Pernyataan Tegas Bupati Kubu Raya
Dalam sikap resminya, Bupati Sujiwo memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengganggu kerukunan yang telah terbangun.
Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi tindakan intoleransi di wilayah yang ia pimpin.
"Saya ingin tegaskan, tidak ada tempat dan ruang kepada kelompok mau siapapun orang per orang yang anti toleransi/intoleransi di Wilayah Kabupaten Kubu Raya," ucap Sujiwo dengan lantang.
Bupati Sujiwo menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini.
Baca Juga:
Korsleting AC Diduga Picu Kebakaran Gereja ILFC di Kubu Raya
Pihak-pihak terkait yang namanya tercantum dalam surat tersebut telah dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Hal ini sudah kami tindak lanjuti, dan telah memanggil forum RT tersebut, kepala desa beserta camatnya," jelas Sujiwo saat diwawancarai.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sinergi antarumat, suku, dan agama di Kubu Raya sudah sangat harmonis.
Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu penolakan pembangunan rumah ibadah ini.
Ia menjamin bahwa pemerintah akan menangani masalah ini hingga tuntas.
"Maka saya berharap juga untuk masyarakat agar tetap dingin, tetap sejuk, dan percayakan pada pemerintah. Pastikan hal ini akan kita atasi," tutupnya.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.