Optimalkan Penataan Kawasan, Bupati Sujiwo Ingatkan Pemilik Kios di Simpang Durian
Faktakalbar.id, KUBU RAYA
– Bupati
Kubu Raya
,
Sujiwo,
melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan penataan kawasan Jalan Alianyang, tepatnya di simpang
Desa Durian
, Kecamatan Sungai Ambawang.
Baca Juga:
Motor Air Tenggelam di Sungai Ambawang Kubu Raya, Diduga Akibat Kebocoran
Meski menilai area tersebut sudah tertata cukup baik dengan penerangan yang memadai, ia mengingatkan warga dan pelaku usaha setempat untuk proaktif menjaga keasrian lingkungan, Kamis (12/2/2026).
Dalam kunjungannya, Sujiwo secara khusus meminta partisipasi warga untuk merawat tanaman penghijauan yang telah disediakan pemerintah daerah.
“Saya minta tolong, ini sudah kita tanam, tolong disiram,”
ujar Sujiwo saat meninjau lokasi.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempercantik kawasan tersebut, termasuk rencana penambahan fasilitas penerangan dekoratif.
“Saya minta tolong banget. Tolong ya dibantu. Nanti kita akan pasang lampu lilin juga di beberapa titik di lokasi ini,”
lanjutnya.
Selain aspek penghijauan, Sujiwo juga menyoroti kebersihan dan kerapian fisik bangunan semi permanen di sekitar lokasi.
Ia menginstruksikan para pemilik kios untuk melakukan pengecoran pada halaman depan tempat usaha mereka.
Baca Juga:
Cegah Kesan Kumuh, Sujiwo Pastikan Penataan Pasar Kuala Dua Tetap Humanis
Hal ini dimaksudkan agar rencana pemerintah untuk menyediakan fasilitas umum dapat segera terealisasi.
“Supaya rapi, karena saya sudah mau bikin kursi taman,”
kata Sujiwo sembari bercengkerama dengan para pemilik kios.
Ketertiban barang dan lalu lintas juga menjadi atensi utama. Sujiwo mengingatkan agar barang-barang seperti ban bekas tidak diletakkan sembarangan hingga menimbulkan kesan kumuh.
Lebih lanjut, ia memberikan peringatan keras kepada penyedia jasa pencucian mobil (
car wash
) agar mengatur antrean kendaraan besar.
“Nah, kayak ban-ban seperti ini, walaupun nanti diangkut, jangan berserakan. Kemudian mobil-mobil truk yang cuci mobil, tolong dibatasi. Jangan sampai numpuk, akhirnya makan badan jalan,”
tegasnya.
Ia menyarankan agar antrean truk dibatasi maksimal lima unit dalam satu waktu agar tidak mengganggu pengguna jalan lain yang melintas di jalan raya.
“Tetap silakan untuk cuci mobilnya. Tapi tolong dibatasi, mungkin lima truk. Kalau lima truk parkir gampang. Nanti selesai yang satu cuci, langsung jalan. Jangan sampai numpuk. Kalau belasan truk, akhirnya ada yang makan di jalan-jalan raya. Nah, begitu ada yang makan jalan raya, pasti masuk ke website Halo Bupati, sampai ke saya,”
pintanya menutup arahan.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.