Canva Create 2026: Pengguna Tembus 265 Juta, Canva Klaim Jadi Platform AI Terbesar ke-3 Dunia
Faktakalbar.id, TEKNO -
Platform desain grafis asal Australia,
Canva
, baru saja menggelar acara tahunan bergengsi
Canva
Create 2026 pada Kamis (16/4/2026). Dalam ajang tersebut, Canva memamerkan pertumbuhan bisnis yang masif sekaligus mengumumkan transformasi besar mereka menjadi platform yang sepenuhnya berbasis kecerdasan buatan (AI).
Hingga April 2026,
Canva
mencatatkan jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 265 juta orang, meningkat dari 260 juta pada akhir tahun 2025. Pertumbuhan ini juga diikuti oleh kenaikan pelanggan berbayar yang kini menyentuh angka 31 juta pengguna.
Baca Juga:
Susul Versi Windows, Aplikasi Gemini untuk Mac Resmi Tersedia bagi Pengguna macOS 15
Menjadi Raksasa AI Dunia
Co-founder sekaligus COO Canva, Cliff Obrecht, menyatakan bahwa berdasarkan laporan modal ventura
Andreessen Horowitz (A16Z)
,
Canva
kini merupakan layanan bertenaga AI terbesar ketiga di dunia secara volume pengguna. Posisi
Canva
tepat berada di bawah ChatGPT di peringkat pertama dan Gemini di peringkat kedua.
"Produk AI kami telah dipakai lebih dari 27 miliar kali. Dalam hal pertumbuhan pelanggan yang menggunakan alat AI, Canva mengalami progres tercepat dibandingkan perusahaan software besar lainnya," ungkap Obrecht.
Transformasi Menjadi "Platform AI dengan Alat Desain"
Canva menegaskan peralihan visi perusahaan. Jika sebelumnya mereka dikenal sebagai platform desain yang menyertakan alat AI, kini Canva memposisikan diri sebagai platform AI dengan alat desain.
Perubahan ini didukung dengan peluncuran Canva AI 2.0. CEO Canva, Melanie Perkins, menjelaskan bahwa arsitektur baru ini dirancang untuk menata ulang seluruh proses kreatif pengguna.
Baca Juga:
Ikuti Aturan PP Tunas, Meta Mulai Hapus Akun Instagram dan Facebook di Bawah 16 Tahun
Fitur Baru di Canva AI 2.0
Canva
AI 2.0 memperkenalkan sembilan fitur utama yang terbagi dalam dua kategori besar:
Pembuatan Desain (4 Fitur): Berfokus pada kemampuan generatif untuk menciptakan visual secara instan.
Workflow Cerdas (5 Fitur): Dirancang untuk menyelesaikan pekerjaan dari awal hingga akhir, mulai dari manajemen proyek hingga otomatisasi tugas rutin.
Melanie Perkins menambahkan bahwa fitur
workflow
cerdas ini akan menjadikan
Canva
sebagai sistem utama bagi profesional dalam menyelesaikan pekerjaan mereka, bukan sekadar tempat mengedit gambar.
Performa Finansial yang Solid
Secara finansial, Canva mencatatkan pendapatan tahunan lebih dari 4 miliar dollar AS (sekitar Rp 68 triliun) pada akhir 2025. Tahun ini juga menandai tahun ke-9 perusahaan meraup keuntungan secara berturut-turut. Bisnis sektor
enterprise
dan B2B juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan lebih dari 100 persen secara tahunan (YoY).
Dengan kemudahan yang ditawarkan
Canva
AI 2.0, perusahaan optimis adopsi teknologi kecerdasan buatan akan semakin membumi dan membantu lebih banyak orang merealisasikan ide kreatif mereka tanpa hambatan teknis.
(*Drw)
Tag:
#Cliff Obrecht
#Canva AI 2.0
#Canva Create 2026
#Canva
#Desain Grafis
#Gemini
#berita tekno
#teknologi AI
#ChatGPT
#Melanie Perkins
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.