Cara Aman Minum Kopi Selama Bulan Puasa
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Bulan suci
Ramadan
mengubah pola makan dan minum masyarakat sehari-hari secara signifikan. Banyak penikmat
kopi
merasa ragu menyeduh minuman berkafein ini karena khawatir mengganggu jam istirahat malam atau memicu
asam lambung.
Perut yang kosong seharian membutuhkan penyesuaian sebelum menerima asupan kafein kembali. Mengonsumsi kopi langsung saat berbuka puasa justru berisiko mengiritasi pencernaan.
Pengaturan waktu dan penyesuaian takaran secara tepat membantu masyarakat tetap menikmati kopi favorit tanpa merusak siklus tidur harian.
Baa Juga:
Tips Puasa Sehat: Kenapa Kopi Tidak Dianjurkan Diminum Saat Sahur dan Berbuka Puasa? Simak Penjelasan Pakar Gizi
Tubuh tetap membutuhkan istirahat berkualitas agar warga bisa bangun dengan kondisi segar saat waktu sahur tiba.
Pilih Waktu Pukul 9 Malam
Menikmati secangkir kopi pada pukul sembilan malam menjadi pilihan paling ideal bagi tubuh. Waktu ini memberikan rentang yang pas, biasanya setelah masyarakat selesai menyantap hidangan utama berbuka dan melaksanakan ibadah tarawih.
Jeda waktu ini memberi ruang bagi lambung untuk memproses makanan secara sempurna terlebih dahulu. Pola minum kopi pada jam sembilan malam juga menjaga mata agar tidak mengalami gangguan tidur.
Tubuh mendapat waktu yang cukup untuk mengurai senyawa stimulan sebelum jadwal istirahat tiba. Penguraian senyawa kafein di dalam organ tubuh manusia umumnya memakan waktu tiga hingga lima jam.
Sesuaikan Takaran dan Tingkat Keasaman
Masyarakat perlu menyesuaikan takaran kopi dari porsi hari biasa untuk menjaga toleransi organ pencernaan. Pemilihan biji kopi dengan tingkat keasaman rendah mencegah iritasi pada dinding lambung.
Biji kopi
arabica
umumnya memiliki kadar asam yang lebih ramah bagi perut daripada jenis
robusta
. Penambahan susu murni ke dalam seduhan juga efektif menetralkan kadar asam pada minuman tersebut.
Langkah ini menjaga perut tetap nyaman selama masyarakat menjalani ibadah puasa keesokan harinya.
Jaga Keseimbangan Cairan Tubuh
Senyawa kafein memiliki sifat
diuretic
yang mendorong organ ginjal mengeluarkan cairan lebih cepat melalui proses buang air kecil. Masyarakat wajib mengonsumsi air mineral dalam jumlah melimpah setelah meminum secangkir kopi untuk mengembalikan keseimbangan cairan.
Langkah pencegahan ini melindungi tubuh dari ancaman dehidrasi saat menjalankan aktivitas puasa pada siang hari.
Pola minum air yang teratur dari malam hingga waktu sahur memastikan sel tubuh tetap terhidrasi secara maksimal.
Baca Juga:
Bahaya Tersembunyi Minum Kopi Malam Hari: Alasan Mengapa Anda Bangun Tidur Terasa Lelah Meski Sudah Tidur Cukup
Kurangi Penggunaan Gula Tambahan
Penikmat kopi sebaiknya mengurangi takaran gula saat menyeduh kopi pada malam hari. Konsumsi glukosa berlebih memicu lonjakan energi sesaat yang justru membuat mata sulit terpejam.
Tubuh juga bekerja lebih keras memproses zat tersebut saat malam hari. Menyeduh kopi tanpa gula atau memakai pemanis alami dalam jumlah sangat sedikit membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil selama bulan puasa.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.