5 Cara Medis Lindungi Paru dari Kabut Asap
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Masyarakat Kalimantan Barat kerap menghadapi masalah tahunan berupa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Fenomena ini membawa ancaman serius bagi kesehatan pernapasan karena mengandung Particulate Matter atau PM 2.5. Partikel mikroskopis ini sangat berbahaya karena mampu masuk hingga ke bagian terdalam paru-paru dan aliran darah.
Paparan asap dalam jangka panjang memicu berbagai penyakit, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma, hingga penyakit jantung.
Anda perlu melakukan perlindungan ekstra untuk mengurangi risiko tersebut. Berikut adalah 5 langkah medis yang efektif menjaga kesehatan sistem pernapasan saat kabut asap melanda:
Baca Juga:
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Disertai Petir dan Ancaman Karhutla di Kalbar Pekan Ini
1. Gunakan
Masker Respirator N95
atau
KN95
Anda harus memahami bahwa masker kain atau masker bedah biasa tidak efektif menyaring partikel asap yang sangat halus. Masker kain memiliki pori-pori yang terlalu besar sehingga partikel racun tetap bisa menembusnya.
Sebaiknya Anda beralih menggunakan masker jenis respirator seperti N95 atau KN95. Masker ini memiliki kemampuan filtrasi elektrostatik yang mampu menangkap minimal 95 persen partikel udara berbahaya. Pastikan masker melekat rapat pada wajah tanpa celah agar perlindungan berfungsi maksimal.
2. Lakukan Irigasi Hidung Secara Rutin
Membersihkan rongga hidung menggunakan cairan khusus merupakan metode medis yang sangat ampuh. Partikel debu dan racun asap sering menumpuk pada lendir di dalam hidung. Jika Anda membiarkannya, kotoran ini akan memicu peradangan.
Anda dapat membersihkan hidung menggunakan cairan infus NaCl 0.9 persen atau cairan salin yang tersedia di apotek. Semprotkan cairan tersebut ke satu lubang hidung hingga kotoran, bakteri, dan alergen keluar melalui lubang hidung lainnya.
3. Pasang Kain Basah pada
Ventilasi Udara
Rumah harus menjadi tempat yang bersih dari polusi saat kualitas udara di luar memburuk. Anda perlu menutup rapat semua pintu dan jendela. Namun, partikel debu halus sering kali tetap masuk melalui celah ventilasi.
Anda bisa mengatasinya dengan memasang kain atau handuk basah pada lubang ventilasi rumah. Kelembapan pada kain berfungsi sebagai filter sederhana yang akan menangkap partikel debu yang terbawa angin sebelum masuk ke dalam ruangan.
4. Jaga Kelembapan Saluran Napas dengan Air Putih
Asap menyebabkan saluran pernapasan menjadi kering dan mudah iritasi. Anda wajib minum air putih lebih banyak dari biasanya untuk menjaga kelembapan selaput lendir atau mukosa.
Mukosa yang lembap bekerja lebih efektif dalam menjebak kotoran sebelum masuk ke paru-paru. Selain itu, konsumsi makanan yang kaya antioksidan seperti Vitamin C dan E untuk membantu tubuh melawan radikal bebas akibat asap.
Baca Juga:
Bahasan Tinjau Lokasi Karhutla di Pontianak Tenggara, Pastikan Api Padam
5. Hindari Olahraga di Luar Ruangan
Banyak orang tetap berolahraga lari atau bersepeda meski udara berkabut. Padahal, tindakan ini sangat berbahaya. Saat berolahraga, Anda menghirup udara lebih banyak dan lebih dalam. Hal ini justru memasukkan racun lebih banyak ke dalam paru-paru.
Selalu pantau kualitas udara melalui aplikasi pemantau indeks udara. Jika udara masuk kategori tidak sehat, hentikan aktivitas fisik di luar ruangan dan lindungi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia dari paparan langsung.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.