6 Bahan Sederhana untuk Cara Membersihkan Toren Air dari Lumut, Termasuk Cuka dan Garam
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Toren air merupakan salah satu peralatan rumah yang penting untuk menunjang aktivitas harian.
Untuk itu, menjaga kebersihan toren air perlu diutamakan untuk memastikan pasokan air rumah tangga tetap higienis.
Toren yang jarang dibersihkan bisa menjadi tempat tumbuh lumut dan alga, terutama saat musim kemarau ketika suhu tinggi mempercepat prosesnya.
Jika dibiarkan, lumut dapat menurunkan kualitas air dan menimbulkan risiko kesehatan, seperti iritasi kulit atau gangguan pencernaan.
Lantas, bagaimana Cara Membersihkan Toren Air dari Lumut secara efektif?
Baca Juga:
Tagihan Air Melonjak? PDAM Tirta Khatulistiwa Bagikan 9 Tips Jitu Hemat Pemakaian
Alasan Lumut Cepat Tumbuh di Toren
Menurut
University of New Hampshire
, suhu hangat dan sinar matahari kuat mempercepat pertumbuhan lumut.
Di Indonesia, toren umumnya diletakkan di atap rumah sehingga terpapar langsung panas matahari.
Toren yang transparan atau semi-transparan memudahkan cahaya masuk dan memicu fotosintesis alga.
Air yang tergenang dan kurang bersirkulasi juga menjadi tempat ideal bagi alga berkembang.
Tanda toren berlumut: dinding bagian dalam terasa licin, air berubah kehijauan, dan muncul bau kurang sedap.
Baca Juga:
Panduan 5 Langkah Cara Mengatasi Tembok Lembap dan Cat Mengelupas Hingga Tuntas
6 Bahan Pembersih Toren Air dari Lumut
Terdapat enam Bahan Pembersih Toren Air dan cara sederhana untuk membersihkan toren dari lumut:
Sabun Pencuci Piring dan Air Panas Gunakan sabun cair rumah tangga dan sikat bagian dalam toren air hingga bersih.
Bilas dengan air panas agar lumut mudah terlepas dari permukaan plastik atau
stainless steel
.
Air Garam Campuran tiga sendok garam dengan dua liter air bersih bisa digunakan untuk menyikat dinding toren.
Garam membantu menghambat pertumbuhan alga dan menghilangkan lapisan licin tanpa meninggalkan residu bahan kimia.
Cuka Putih Cuka putih memiliki sifat asam yang efektif melarutkan lumut membandel.
Campurkan dengan air bersih, siramkan ke permukaan toren, lalu sikat hingga bersih. Bilas beberapa kali setelahnya untuk menghindari kerusakan lapisan plastik akibat sisa cuka.
Air Kapur Kapur dikenal bersifat abrasif sehingga mampu mengikis kerak lumut. Campurkan kapur halus dengan air, lalu gunakan untuk menyikat bagian dalam toren.
Bilas hingga tidak ada sisa endapan agar air tetap aman dikonsumsi.
Bleach
atau Klorin Bila lumut sudah menebal parah, gunakan
bleach
rumah tangga yang mengandung 5–5,25 persen hipoklorit.
Setelah dibilas, pastikan tidak ada bau klorin tersisa dengan mengecek menggunakan tes
strip
. Langkah ini sebaiknya dilakukan sesekali saja.
Kombinasi Pembersihan Rutin dan Pencegahan Membersihkan toren air dua kali setahun dapat mencegah lumut tumbuh kembali.
Untuk perlindungan tambahan, pilih toren berwarna gelap agar sinar matahari tidak menembus ke dalam. Toren hitam membantu menghambat proses fotosintesis alga.
Pemilihan Bahan Toren dan Risiko Kesehatan
Ada perbedaan karakteristik toren berdasarkan bahannya.
Tandon air plastik cenderung lebih mudah berlumut dibanding
stainless steel
karena permukaannya lebih kasar dan tembus cahaya.
Baca Juga:
STOP! Jangan Lakukan Ini dengan HP dan Laptop Saat Hujan Petir Bisa Tersambar
Namun, toren
stainless
perlu perawatan ekstra bila digunakan di daerah pesisir agar sambungan las tidak korosi.
Air dari toren yang berlumut berisiko mengandung bakteri dan mikroorganisme berbahaya.
Penggunaan air semacam ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal, atau infeksi ringan, serta memicu gangguan pencernaan jika digunakan untuk mencuci peralatan makan. Karena itu, menjaga toren tetap bersih adalah kunci untuk melindungi kesehatan keluarga.
(*Drw)
Tag:
#Kebersihan Rumah
#Cara Membersihkan Toren Air dari Lumut
#Bahan Pembersih Toren Air
#Toren Air
#Air Higienis
#Lumut
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.