faktakalbar

3 Cara Menurunkan Demam pada Anak yang Efektif, Hindari Kompres Dingin

Penulis: Dimas Sunday, 02 November 2025 📖 2 menit
3 Cara Menurunkan Demam pada Anak yang Efektif, Hindari Kompres Dingin
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Saat anak mengalami demam, orangtua biasanya langsung mencari cara cepat untuk menurunkannya. Namun, tidak semua cara yang dilakukan di rumah, seperti kompres asal-asalan atau skin-to-skin tanpa kaidah yang benar, sudah tepat dan aman. Dokter Spesialis Anak, dr. Rizky Amrullah Nasution, Sp.A, menjelaskan. Cara Menurunkan Demam pada Anak harus dilakukan dengan langkah yang benar dan sesuai anjuran medis agar efektif. “Ketiga cara ini harus dilakukan agar penurunan demamnya efektif. Kalau hanya melakukan salah satu cara saja, khawatirnya tidak efektif,” ujar dr. Rizky dalam acara Health Talk Pediatric Emergency di Brawijaya Hospital Taman Mini, Jakarta Timur, Selasa (28/10/2025). Berikut tiga Tips Menurunkan Demam Anak yang utama dan efektif menurut dr. Rizky: Baca Juga: 5 Rekomendasi Buah Terbaik untuk Meredakan Batuk dan Demam 1. Berikan Obat Penurun Panas Sesuai Dosis dan Anjuran Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memberikan obat penurun panas yang diresepkan atau direkomendasikan oleh dokter. Dosis Tepat: Pemberian obat penurun panas tidak perlu menunggu suhu tubuh anak terlalu tinggi. Namun, penggunaannya harus sesuai dosis dan aturan pakai yang aman untuk usia dan, yang paling penting, disesuaikan dengan berat badan anak. Waspada: Penggunaan obat dengan dosis yang tidak tepat justru bisa berisiko bagi kesehatan anak. Cairan Cukup: Selain obat, pastikan anak tetap mendapatkan cairan yang cukup agar tidak dehidrasi selama demam. 2. Kompres Hangat di Area Tubuh Tertentu Selain obat, kompres hangat adalah langkah lain yang terbukti membantu menurunkan suhu tubuh anak. Baca Juga: Fakta atau Mitos: Boleh Tidaknya Mandi Saat Demam? Ia mengungkap, kompres dengan air suam kuku bisa membantu mempercepat penurunan demam. Cara kerjanya adalah dengan membuka pembuluh darah di permukaan kulit. Area Kompres: “Kompres air hangat dengan suhu suam kuku di area tertentu seperti di atas kepala, leher, ketiak, dan lipat paha juga sangat dianjurkan,” ujarnya. Suhu Ideal: Suhu air yang ideal untuk kompres adalah 37–38 derajat Celcius atau mirip dengan suhu tubuh manusia. Suhu ini akan melebar dan membantu proses pelepasan panas dari tubuh. Hindari Dingin: Kompres dingin sebaiknya dihindari karena justru dapat membuat tubuh menggigil dan memperlambat penurunan suhu tubuh anak. 3. Lakukan Skin-to-Skin Contact untuk Bayi Khusus untuk bayi, terutama yang berusia di bawah satu tahun, kontak kulit langsung atau skin-to-skin contact menjadi salah satu Tips Menurunkan Demam Anak yang efektif. Metode: “Untuk bayi-bayi di bawah satu tahun, penting kulit bayinya nempel sama kulit orangtua. Letakkan dada anak ke dada orangtua tanpa ada kain yang membatasi keduanya,” terang Rizky. Manfaat: Metode ini terbukti membantu menstabilkan suhu tubuh bayi karena panas tubuh orangtua bisa membantu menurunkan suhu anak secara alami. Selain itu, skin-to-skin juga memberikan rasa nyaman dan aman bagi bayi. Kapan Harus ke Dokter? dr. Rizky menegaskan, ketiga cara ini akan memberikan hasil paling optimal bila dilakukan bersamaan. “Penurunan suhu demamnya akan bereaksi sangat baik apabila dibarengi dengan minum obat penurun panas dan skin-to-skin contact bagi anak yang bayi,” katanya. Meskipun demam merupakan reaksi alami tubuh melawan infeksi, orangtua tetap perlu waspada jika demam berlangsung lebih dari tiga hari. Terlebih jika suhu tubuh anak melebihi 39 derajat Celcius, atau disertai gejala lain seperti kejang, muntah terus-menerus, dan lemas. Baca Juga: Waspada! 4 Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Biang Keladi Masuk Angin Dalam kondisi tersebut, segera bawa anak ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan yang tepat. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK