faktakalbar

Cegah Bencana Hidrometeorologi, BNPB Lakukan Mitigasi Vegetasi Tanam 68 Ribu Pohon di DAS Kritis Jawa Tengah

Penulis: Redaksi Saturday, 22 November 2025 📖 2 menit
Cegah Bencana Hidrometeorologi, BNPB Lakukan Mitigasi Vegetasi Tanam 68 Ribu Pohon di DAS Kritis Jawa Tengah
Faktakalbar.id, WONOSOBO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) terus menggencarkan upaya pemulihan lingkungan sebagai langkah preventif menanggulangi bencana. Puncak kegiatan mitigasi vegetasi di wilayah Jawa Tengah digelar di Dusun Sirangkel, Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, pada Jumat (21/11/2025). Lokasi yang dikenal dengan sebutan Swiss van Java ini menjadi saksi penanaman massal puluhan ribu bibit pohon. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, bersama jajaran pimpinan daerah setempat. Baca Juga: BNPB Rilis Update Penanganan Bencana: Banjir dan Longsor Masih Mengancam Sejumlah Wilayah Langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk menangani Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis, khususnya di wilayah hulu Provinsi Jawa Tengah. Total sebanyak 68.250 bibit pohon ditanam, dengan wilayah sebaran meliputi Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Kepala BNPB, Suharyanto, menegaskan bahwa langkah ini diambil setelah berkaca dari rentetan kejadian bencana signifikan, seperti yang terjadi di Nduga (Papua Pegunungan), serta Majenang dan Pandanarum (Jawa Tengah). Menurutnya, pendekatan vegetatif adalah solusi jangka panjang yang mutlak diperlukan. Upaya restorasi ekosistem ini bertujuan memperkuat daya dukung dan daya tampung lingkungan. Harapannya, tekanan populasi dapat diimbangi dengan perbaikan kualitas ekosistem, sehingga frekuensi dan dampak bencana hidrometeorologi basah dapat dikurangi. Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto mengungkapkan bahwa gerakan mitigasi vegetasi ini tidak hanya dilakukan di Jawa Tengah. Pada hari yang sama, total 216.070 batang pohon ditanam serentak di DAS kritis yang tersebar di empat provinsi di Pulau Jawa, yakni Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Wilayah Jawa Tengah, total jumlah bibit mencapai 68.250 batang pohon, yang terdiri dari bibit pohon keras 27.585 dan bibit buah sebanyak 40.665,” ujar Suharyanto saat memberikan laporan di hadapan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Pratikno, yang hadir secara daring dari Megamendung, Bogor. Di Jawa Tengah, fokus perbaikan menyasar DAS kritis seperti DAS Serayu Progo yang melintasi wilayah Wonosobo dan Banjarnegara. Suharyanto menjelaskan bahwa pemilihan jenis pohon dilakukan dengan cermat, menggabungkan nilai ekologis dan ekonomis. Baca Juga: 269 KK Terdampak Longsor Cilacap Akan Direlokasi, Kepala BNPB: Pastikan Lahan Baru Aman! Jenis tanaman keras yang dipilih antara lain cemara, sengon, dan pinus untuk penguatan tanah. Sementara itu, tanaman buah yang ditanam meliputi alpukat, jambu, durian, manggis, dan nangka. Kombinasi ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai mitigasi bencana, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat di masa depan. “Sudah kita terapkan dengan 26% bibit pohon buah, 46% bibit mangrove dan sisanya Adalah pohon keras,” tambah Suharyanto. Acara ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Kehutanan, BMKG, BPDLH, Komisi VIII DPR, BPDAS, TNI, Polri, serta relawan. Pada puncak acara, Suharyanto secara simbolis menanam bibit pohon alpukat. BNPB berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni penanaman semata. Masyarakat dan seluruh pihak diminta memiliki tanggung jawab disiplin untuk memelihara pohon-pohon tersebut agar tumbuh dan memberikan manfaat nyata. Sebagai informasi, kegiatan ini didukung oleh Dana Bersama Penanggulangan Bencana atau Pooling Fund Bencana (PFB) sebagai inovasi pendanaan bencana di Indonesia. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK