Cegah Dampak Kemarau Ekstrem, BNPB Dorong Mitigasi Karhutla di Kalimantan Barat secara Terpadu
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Kepala
BNPB
Letjen TNI Suharyanto memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Balai Petitih. Suharyanto mengingatkan bahwa lahan gambut di Kalimantan memiliki karakteristik yang sulit dipadamkan jika sudah terbakar.
Belajar dari pengalaman fase El Nino tahun 2015, 2019, dan 2023, BNPB kini lebih memfokuskan tindakan preventif melalui patroli terpadu dan pembasahan lahan (
rewetting
).
Baca Juga:
Pangdam XII/Tanjungpura Siagakan Personel TNI Perkuat Satgas Karhutla di Kalimantan Barat
Sebagai dukungan konkret terhadap upaya mitigasi Karhutla di Kalimantan Barat, BNPB menyalurkan bantuan peralatan pemadam senilai Rp2,9 miliar.
Bantuan ini didistribusikan kepada BPBD Kabupaten Mempawah, Kubu Raya, dan Sambas dalam bentuk tangki fleksibel, pompa pemadam, selang polyster, hingga Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
Selain itu, Kodam XII/Tanjungpura dan Polda Kalimantan Barat juga menerima bantuan unit mobil dapur lapangan serta perangkat pendukung lainnya.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Sinergi Penanggulangan Karhutla di Kalbar
BNPB juga mengoptimalkan penggunaan teknologi satelit untuk deteksi titik panas (
hotspot
) dan pemanfaatan
drone
untuk patroli udara.
Di sisi lain, pemerintah tetap menegaskan pentingnya penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan untuk memberikan efek jera.
Suharyanto menutup rangkaian kegiatan dengan menyatakan optimisme bahwa melalui sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat, dampak karhutla pada tahun 2026 dapat dikendalikan secara efektif.
(*Red)
Tag:
#Berita Pontianak
#BNPB
#Menko Polkam
#Mitigasi Karhutla Di Kalimantan Barat
#Kebakaran Hutan 2026
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.