faktakalbar

Cegah Praktik Penimbunan Ilegal, Polisi Pantau Ketat Distribusi BBM di Desa Sepahat

Penulis: Redaksi Sunday, 18 January 2026 📖 1 menit
Cegah Praktik Penimbunan Ilegal, Polisi Pantau Ketat Distribusi BBM di Desa Sepahat
Faktakalbar.id, LANDAK – Kepolisian Sektor ( Polsek ) Menjalin meningkatkan pengawasan di sejumlah objek vital. Pada Minggu (18/1/2026), personel Polsek Menjalin melaksanakan patroli dan sambang ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak . Langkah ini diambil guna mencegah potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi yang kerap meresahkan masyarakat. Baca Juga: Cegah Kriminalitas Malam Hari, Polsek Pontianak Utara Intensifkan Patroli Enggang Pantau Situasi Distribusi Kegiatan pengamanan ini dimulai sejak pukul 10.30 WIB dengan sasaran utama SPBU yang berlokasi di Desa Sepahat. Dalam pelaksanaannya, Polsek Menjalin menerjunkan dua personel, yakni Aiptu Widi Suryadi dan Bripka Gesang WW, yang bergerak menggunakan unit kendaraan dinas roda dua. Di lokasi, petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap situasi antrean dan aktivitas pengisian. Petugas juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan operator SPBU. Polisi memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar pengelola tidak melayani pembelian yang terindikasi sebagai penimbunan atau penyalahgunaan BBM. Baca Juga: Teror Pelemparan Batu di Jalan Poros Melawi, Polisi Tingkatkan Patroli Malam Hari Upaya Preventif Kepolisian Kapolres Landak, Devi Ariantari, melalui Kapolsek Menjalin, Hendra Setyawan, menegaskan bahwa patroli ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tujuannya adalah memberikan rasa aman dan menjamin kelancaran distribusi kebutuhan pokok warga. “Patroli dan sambang ini kami laksanakan sebagai upaya pencegahan, sekaligus memastikan aktivitas di SPBU berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas,” jelas Hendra Setyawan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, situasi di area SPBU Desa Sepahat terpantau aman, kondusif, dan terkendali hingga kegiatan selesai. Tidak ditemukan adanya antrean yang memicu kemacetan maupun indikasi gangguan ketertiban lainnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK