Cerita Mahasiswa Pulau Pelapis Penerima Beasiswa PT DIB: "Wujud Komitmen Sosial dan Lingkungan Sejak Tahap Persiapan"
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA
- Kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kawasan Industri Pulau Penebang (
KIPP
) bukan hanya tentang pembangunan fisik, melainkan juga tentang komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat sejak dini.
PT. Dharma Inti Bersama (
DIB
) telah memberikan beasiswa S1 kepada
15 mahasiswa
dari
Desa Pelapis
, Kabupaten Kayong Utara, meskipun proyek tersebut masih dalam tahap persiapan.
Bagi
Claudia Renanda
, salah satu penerima beasiswa, bantuan ini adalah sebuah awal baru.
"Pertama saya ingin mengucapkan terimakasih kepada PT DIB, berkat perusahaan ini kami mendapatkan beasiswa dan biaya pendidikan ini terbantu, dan dapat mengembangkan diri," ujarnya.
Bantuan mencakup biaya kuliah tunggal (
UKT
) dan biaya tempat tinggal, disalurkan kepada mahasiswa di berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Tanjungpura, Universitas Sapta Oedang (OSO), dan Politeknik Negeri Ketapang.
Baca Juga:
Di Balik Proyek Strategis Nasional di Kayong Utara: Transformasi Sosial dan Harapan Ekonomi Baru
Amru Chanwari
, Wakil Bupati Kayong Utara, menyambut baik langkah tersebut. Ia melihat inisiatif ini sebagai indikasi positif dari sinergi antara proyek berskala nasional dan pembangunan di tingkat lokal.
"Atas nama kepala daerah, kami menyambut baik pemberian beasiswa kepada 15 mahasiswa, putra - putri asal daerah kami, pulau pelapis, yang merupakan Desa tempat industri pulau Penebang," ujarnya. Amru menambahkan, inisiatif ini patut diapresiasi karena datang lebih awal.
“Biasanya CSR diberikan setelah perusahaan ini beroperasi, tapi ini baru persiapan sudah memberikan dampak berupa beasiswa kepada anak-anak kami," kata Amru.
Amru menegaskan, dukungan pemerintah daerah terhadap proyek ini bersifat mutlak karena sejalan dengan visi pemerintah pusat, terutama dalam hal
hilirisasi
.
"Kami mendukung penuh proyek strategis Nasional ini, karena berkaitan dengan visi pemerintah pusat berkaitan dengan hilirisasi, tentu kami mendukung penuh," tegasnya.
Baca Juga:
Tak Hanya Sosialisasi, KPH Kayong Ajak Warga Simpang Hilir ‘Refreshing’ Bahas Tata Kelola Hutan
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak lepas tangan. Kehadiran
PT DIB
ini, ujarnya, tak luput dari masukan dan koreksi yang diberikan oleh pemerintah, terutama terkait isu sosial dan lingkungan yang mungkin muncul.
"Selain faktor ekonomi, juga wajib memperhatikan keberlangsungan lingkungan itu mutlak," kata Amru, menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah prioritas utama. Keterlibatan perusahaan dalam aspek sosial, seperti pemberian beasiswa, membuktikan bahwa komitmen tersebut sudah dimulai sejak awal.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.