Cuaca Ekstrem di Balikpapan Telan Korban Jiwa, Satu Rumah Roboh Dihantam Angin Kencang
Faktakalbar.id, BALIKPAPAN –
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kalimantan kembali memakan korban.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) melaporkan insiden Angin Kencang di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan kerusakan material yang cukup parah.
Baca Juga:
Didominasi Banjir dan Cuaca Ekstrem, BNPB Rilis Laporan Bencana Periode 8-9 Februari 2026
Peristiwa nahas tersebut tercatat dalam laporan pemantauan bencana periode 9–10 Februari 2026.
Insiden angin kencang terjadi pada Minggu (8/2), di mana hembusan angin yang sangat kuat disertai kondisi atmosfer yang tidak stabil menghantam permukiman warga. Akibatnya, satu unit rumah dilaporkan roboh rata dengan tanah.
Dampak dari runtuhnya bangunan tersebut fatal. Tim reaksi cepat di lapangan mengonfirmasi bahwa satu orang warga meninggal dunia akibat kejadian ini.
Petugas gabungan telah berhasil mengevakuasi korban dari reruntuhan dan menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.
Hingga laporan ini dirilis, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah terkendali dan kondusif.
Secara umum, BNPB terus melakukan pemantauan intensif terhadap dinamika kebencanaan di Pulau Kalimantan.
Selain Angin Kencang di Balikpapan, wilayah ini menghadapi ancaman hidrometeorologi yang kompleks.
Di satu sisi terdapat potensi hujan lebat dan angin, namun di sisi lain, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga meningkat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta pemulihan pasca banjir di Kalimantan Selatan.
Baca Juga:
Didominasi Bencana Hidrometeorologi Basah, BNPB Rilis Data Banjir Sumbawa hingga Longsor Wonosobo
Menyikapi jatuhnya korban jiwa akibat cuaca ekstrem ini, BNPB memberikan peringatan serius kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.
"Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di Kalimantan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, termasuk potensi angin kencang, hujan lebat, dan banjir. Masyarakat diharapkan mengamankan lingkungan sekitar, menghindari aktivitas berisiko saat cuaca buruk, serta mengikuti informasi dan peringatan dini dari instansi terkait," tulis laporan resmi BNPB, Senin (10/1/2026).
Sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana serta menjaga keselamatan nyawa di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.