faktakalbar

Cuaca Ekstrem Landa Tasikmalaya, BNPB Peringatkan Bahaya Bencana di Masa Pancaroba

Penulis: Redaksi Wednesday, 01 April 2026 📖 2 menit
Cuaca Ekstrem Landa Tasikmalaya, BNPB Peringatkan Bahaya Bencana di Masa Pancaroba
Faktakalbar.id, TASIKMALAYA - Bencana hidrometeorologi basah akibat cuaca ekstrem di Tasikmalaya melanda tiga wilayah kecamatan pada Minggu (29/3/2026) sore. Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang disertai kilatan petir dan tiupan angin kencang tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan rumah warga mengalami kerusakan. Baca Juga: Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Dihantam Cuaca Ekstrem di Klaten dan Wonosobo Berdasarkan pendataan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (31/3/2026), terjangan cuaca ekstrem di Tasikmalaya ini berdampak pada wilayah Kelurahan Gunung Tandala, Kelurahan Gunung Gede, dan Kelurahan Urug yang berada di Kecamatan Kawalu. Selain itu, kawasan Kelurahan Cigantang di Kecamatan Mangkubumi, serta Kelurahan Cibunigeulis dan Kelurahan Bantarsari di Kecamatan Bungursari juga turut terdampak. Laporan lapangan menyebutkan bahwa sebanyak sembilan unit rumah warga dilaporkan terdampak langsung oleh hantaman cuaca buruk tersebut, di mana empat unit di antaranya dikonfirmasi mengalami rusak ringan. Merespons kejadian darurat tersebut, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kota Tasikmalaya segera berkoordinasi dengan instansi terkait dan meluncur ke lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan asesmen serta pendataan menyeluruh guna mempercepat proses penanganan darurat bagi warga yang terdampak. Baca Juga: Angin Kencang Terjang Undaan Kudus, Ratusan Rumah Rusak dan Satu Warga Terluka Kejadian di Jawa Barat ini sejalan dengan peringatan dini yang telah dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai masa pancaroba. BMKG memprediksi bahwa beberapa wilayah di Indonesia saat ini mulai memasuki fase peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dari bulan April hingga Juni 2026. Masa pancaroba ini kerap ditandai dengan perubahan kondisi cuaca yang sangat signifikan dan berlangsung cepat, seperti hujan lebat yang turun secara tiba-tiba, angin kencang atau puting beliung, hingga peningkatan suhu udara yang terasa lebih panas dari biasanya. Menyikapi rangkaian bencana alam dan prakiraan cuaca tersebut, BNPB secara tegas mengimbau masyarakat luas serta seluruh elemen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan tingkat kesiapsiagaan. Masyarakat diminta mewaspadai berbagai potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah di wilayahnya masing-masing. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang lama, warga diimbau untuk tidak panik dan segera melakukan evakuasi mandiri menuju jalur evakuasi yang aman. Selain itu, warga dilarang keras berteduh atau mendekati pohon besar serta struktur bangunan yang rapuh, seperti papan reklame, guna menghindari risiko tertimpa material yang berpotensi roboh saat diterjang angin kencang. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK