faktakalbar

Cuaca Ekstrem Mengancam, Pengawasan di Dermaga Teluk Batang Diperketat Jelang Tahun Baru 2026

Penulis: Redaksi Monday, 29 December 2025 📖 2 menit
Cuaca Ekstrem Mengancam, Pengawasan di Dermaga Teluk Batang Diperketat Jelang Tahun Baru 2026
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Memasuki puncak arus mudik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, tim gabungan lintas instansi memperketat standar operasional dan pengawasan di Dermaga Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Langkah preventif ini diambil pada Minggu (28/12/2025) menyusul adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem di perairan Kalimantan Barat. Baca Juga: Cuaca Ekstrem Mengintai Perairan Kayong Utara, Penumpang Speedboat di Sukadana Wajib Pakai Life Jacket Personel gabungan yang tergabung dalam Operasi Lilin Kapuas 2025 melaksanakan kegiatan pengamanan intensif mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Tim ini terdiri dari unsur Polri (4 personel), TNI (2 personel), Dinas Perhubungan (2 personel), Basarnas (2 personel), serta tenaga kesehatan. Fokus utama petugas adalah menjamin keselamatan ratusan penumpang yang hendak menyeberang di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Berdasarkan data BMKG terbaru, terdapat potensi curah hujan intensitas tinggi yang disertai angin kencang. Kecepatan angin diprediksi meningkat signifikan, yang berdampak langsung pada kenaikan tinggi gelombang di jalur lintasan perairan Teluk Batang menuju Rasau Jaya dan Pontianak. Waspada Banjir Rob Selain gelombang tinggi, masyarakat di pesisir Dermaga Teluk Batang juga diminta mewaspadai ancaman banjir rob. Peningkatan debit air sungai akibat hujan di wilayah hulu yang bertepatan dengan fase pasang air laut maksimum, memperbesar risiko genangan di area pelabuhan. Suhu udara di sekitar lokasi tercatat berkisar antara 24°C hingga 31°C dengan tingkat kelembapan tinggi. Menyikapi kondisi tersebut, petugas melakukan patroli dialogis dan memberikan instruksi tegas kepada operator kapal. "Kami menekankan kepada seluruh nakhoda dan pengelola kapal agar tidak memaksakan keberangkatan jika cuaca memburuk. Penggunaan life jacket bagi penumpang adalah harga mati, tidak boleh ditawar," tegas salah satu petugas di lokasi. Petugas juga melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan setiap kapal tidak melebihi kapasitas muatan ( overload ) demi menjaga stabilitas kapal saat menghadapi gelombang. Baca Juga: Amankan Nataru, Polres Kayong Utara Gelar Operasi Lilin Kapuas Data Pergerakan Penumpang Meskipun dibayangi cuaca mendung, tren arus penumpang tetap menunjukkan peningkatan. Berikut adalah data lalu lintas kapal di Pelabuhan Teluk Batang pada hari Minggu: Keberangkatan: SB Digdoyo Edgina (08.30 WIB): Membawa 27 penumpang tujuan Rasau Jaya. KM Nabila (10.00 WIB): Membawa 30 penumpang dan 15 unit kendaraan tujuan Rasau Jaya. SB Rajawali Express 01 (15.00 WIB): Membawa 20 penumpang tujuan Rasau Jaya. KM Ulfa (17.00 WIB): Membawa 124 penumpang dan 60 unit kendaraan tujuan Rasau Jaya. Kedatangan: SB Rajawali (14.00 WIB): Membawa 25 penumpang dari Rasau Jaya. Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan pelabuhan terpantau aman dan tertib. Petugas gabungan menyiagakan pos pengamanan selama 24 jam untuk memantau perkembangan debit air dan cuaca. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan laut. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK