faktakalbar

Cuaca Ekstrem Mengintai, 3 Desa di Simpang Hilir Masuk Radar Waspada Banjir Rob

Penulis: Redaksi Wednesday, 10 December 2025 📖 2 menit
Cuaca Ekstrem Mengintai, 3 Desa di Simpang Hilir Masuk Radar Waspada Banjir Rob
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Ancaman banjir rob (pasang air laut) masih membayangi kawasan pesisir Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Tiga desa, yakni Teluk Melano, Rantau Panjang, dan Sungai Mata-Mata, kini dalam status pengawasan ketat lantaran posisinya yang berhadapan langsung dengan potensi pasang air laut. Pemantauan intensif yang dilakukan pada Selasa (9/12/2025) pagi menunjukkan bahwa meskipun debit air saat ini masih dalam batas normal, kerawanan tetap tinggi akibat cuaca yang tidak menentu. Hingga pukul 11.00 WIB, belum ditemukan adanya genangan air yang masuk ke permukiman , kerusakan infrastruktur, maupun aktivitas pengungsian. Baca Juga:  Mendagri Warning Cuaca Ekstrem, Romi Wijaya ‘Rapatkan Barisan’ Forkopimda Kayong Utara Jelang Nataru Warga pun masih beraktivitas seperti biasa. Kapolsek Simpang Hilir, AKP Dede Saepul Mikdar, membenarkan bahwa kondisi lapangan saat ini masih kondusif . Namun, ia menekankan bahwa status "aman" ini bisa berubah sewaktu-waktu. "Fokus kami adalah permukiman yang berada sangat dekat dengan bibir pantai dan aliran sungai. Meski saat ini normal, potensi kenaikan air tetap ada jika hujan turun terus-menerus," ujarnya saat dikonfirmasi. Peringatan BMKG: Waspada Pasang Puncak Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kayong Utara memprediksi cuaca berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada siang dan sore hari. Suhu udara berkisar 23–30°C dengan kelembapan tinggi mencapai 94%. Kombinasi antara hujan lokal dan siklus pasang air laut harian dikhawatirkan dapat memicu naiknya permukaan air secara signifikan, terutama pada jam-jam pasang puncak. Imbauan untuk Warga Pesisir Masyarakat diimbau untuk tidak lengah meskipun cuaca terlihat cerah sesaat. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan pesisir diminta untuk: Terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG. Menyiapkan langkah antisipasi mandiri jika air mulai naik. Segera melaporkan situasi darurat kepada petugas terdekat atau perangkat desa. Saat ini, petugas Bhabinkamtibmas di masing-masing desa telah disiagakan untuk memantau pergerakan debit air secara real-time guna meminimalisir risiko dampak bencana bagi warga setempat. Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Mengintai Perairan Kayong Utara, Polisi dan Dishub Perketat Izin Layar Speedboat (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK