Cuaca Ekstrem Mengintai Perairan Kayong Utara, Polisi dan Dishub Perketat Izin Layar Speedboat
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA
– Ancaman cuaca
ekstrem
yang diprediksi melanda wilayah perairan Kabupaten Kayong Utara membuat aparat gabungan mengambil langkah preventif ketat.
Menjelang keberangkatan kapal cepat (
speedboat
) di Pelabuhan Sukadana, Jumat pagi (5/12/2025), personel Polsek Sukadana bersama Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan inspeksi mendadak terhadap kelengkapan keselamatan.
Langkah ini diambil menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dipengaruhi oleh bibit siklon tropis serta perubahan tekanan atmosfer.
Dalam pemeriksaan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut, petugas menyisir satu per satu armada yang hendak berangkat.
Baca Juga:
Solidaritas dari Kalimantan: Polres Kayong Utara Gelar Shalat Ghaib untuk 836 Korban Banjir Sumatra
Fokus utama pemeriksaan adalah ketersediaan dan kelayakan jaket pelampung (
life jacket
), kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), serta alat navigasi darurat.
"Pemeriksaan ini bukan formalitas, tapi antisipasi potensi naiknya debit air laut yang diprediksi terjadi mulai Jumat hingga Minggu ini," ujar pihak kepolisian di lokasi.
Jangan Memaksakan Berlayar
Data BMKG menunjukkan kondisi atmosfer yang cukup labil di wilayah Kayong Utara.
Suhu udara tercatat berkisar 23–29°C dengan tingkat kelembapan sangat tinggi mencapai 72–98%.
Kondisi ini berpotensi memicu cuaca buruk secara tiba-tiba yang sangat berbahaya bagi kapal berukuran kecil dan sedang.
Kapolsek Sukadana menegaskan peringatan keras kepada para nakhoda
speedboat
dan nelayan lokal.
Ia meminta agar operator kapal tidak
berspekulasi
dengan nyawa penumpang hanya demi mengejar jadwal keberangkatan.
"Lebih baik menunda keberangkatan daripada mengambil risiko," tegas Kapolsek.
Masyarakat yang hendak menyeberang juga diminta untuk kritis.
Penumpang diimbau berani menolak berangkat jika kapal tidak menyediakan pelampung yang memadai atau jika kondisi cuaca di laut terlihat memburuk.
Warga diminta aktif memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG sebelum memutuskan untuk beraktivitas di perairan.
Baca Juga:
Mendagri Warning Cuaca Ekstrem, Romi Wijaya ‘Rapatkan Barisan’ Forkopimda Kayong Utara Jelang Nataru
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.