faktakalbar

Cuaca Ekstrem Picu Tanah Longsor di Kabupaten Agam, Satu Warga Dilaporkan Tewas

Penulis: Redaksi Friday, 08 May 2026 📖 2 menit
Cuaca Ekstrem Picu Tanah Longsor di Kabupaten Agam, Satu Warga Dilaporkan Tewas
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) melaporkan terjadinya rentetan bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor di Kabupaten Agam Sumatra Barat dan banjir di Kota Tangerang Banten yang mengakibatkan puluhan rumah rusak serta menelan satu korban jiwa pada periode awal Mei 2026. Data tersebut dihimpun secara resmi oleh petugas hingga Kamis (7/5/2026) pagi. Kejadian tanah longsor di Kabupaten Agam dilaporkan terjadi pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Baca Juga:  Hujan Ekstrem Picu Tanah Longsor di Lombok Barat, Lima KK Mengungsi ke Rumah Kerabat Pemicu utama bencana tersebut diduga kuat berasal dari curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur dalam durasi cukup lama, dipadukan dengan kondisi struktur tanah yang sangat labil di kawasan tersebut. Wilayah yang paling terdampak parah meliputi area Nagari Sungai Landia di wilayah Kecamatan IV Koto dan Nagari Parik Panjang di Kecamatan Matur. Bencana longsor di kawasan tersebut mengakibatkan satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material tanah. Selain korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan tiga orang warga mengalami luka berat dan tiga warga lainnya menderita luka ringan. Tercatat sebanyak 60 unit rumah warga mengalami kerusakan dan satu ruas jalan utama tertimbun material longsor sehingga melumpuhkan akses mobilitas warga sekitar. Sebanyak 29 orang terpaksa dievakuasi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari ancaman longsor susulan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam bersama unsur gabungan lainnya langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan penanganan darurat. Seluruh korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Petugas di lapangan juga terus melakukan pembersihan material longsor yang menutup jalan dan mendata kerugian warga secara mendetail. Di sisi lain, bencana banjir melanda kawasan Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten sejak Senin (4/5/2026). Sedikitnya 60 unit rumah terdampak genangan air yang merendam area permukiman. Tim BPBD Kota Tangerang merespons cepat dengan mengevakuasi warga ke tempat pengungsian sementara. Berdasarkan pembaruan data pada Rabu (6/5/2026), 60 kepala keluarga yang sempat mengungsi kini telah kembali ke kediamannya masing-masing seiring dengan debit air yang berangsur surut. Baca Juga:  Diguyur Hujan Deras, Tanah Longsor di Kabupaten Bogor Rusak Belasan Rumah dan Akses Jalan Merujuk pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada 7 hingga 8 Mei 2026. Merespons kondisi tersebut, BNPB mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi lanjutan. BNPB mengingatkan masyarakat untuk rutin membersihkan saluran air serta menanam pohon berakar kuat seperti vetiver dan sengon di area lereng guna menstabilkan struktur tanah. Warga yang bermukim di daerah aliran sungai dan lereng perbukitan diinstruksikan untuk segera mengevakuasi diri secara mandiri apabila terjadi hujan deras dengan durasi lama atau saat mendapati tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar tempat tinggal mereka. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK