faktakalbar

Cuaca Ekstrem Renggut 2 Nyawa di Pemalang hingga Banjir Semarang, Ini Laporan Bencana BNPB

Penulis: Redaksi Monday, 16 March 2026 📖 2 menit
Cuaca Ekstrem Renggut 2 Nyawa di Pemalang hingga Banjir Semarang, Ini Laporan Bencana BNPB
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rentetan kejadian kebencanaan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia sepanjang akhir pekan lalu. Berdasarkan data yang dihimpun sejak Sabtu (14/3/2026) hingga Minggu (15/3/2026), tercatat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Utara hingga cuaca ekstrem yang merenggut korban jiwa di Jawa Tengah. Baca Juga: BNPB Laporkan Rangkaian Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia Peristiwa paling fatal dalam laporan bencana BNPB tersebut terjadi di Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang Desa Bantarbolang, Kecamatan Bantarbolang, pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibat cuaca ekstrem tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang melaporkan dua orang warga meninggal dunia. Kedua korban langsung dievakuasi ke rumah sakit daerah setempat, sementara petugas melakukan pembersihan sisa material pohon tumbang di lokasi kejadian. Masih di wilayah Jawa Tengah, tingginya curah hujan juga memicu musibah banjir di Kota Semarang pada Sabtu (14/3/2026) sore. Debit air Sungai Kreo meluap drastis hingga merendam kawasan permukiman warga. Sebanyak 303 unit rumah dilaporkan tergenang air dengan ketinggian yang bervariasi. Saat ini, kondisi genangan dilaporkan mulai berangsur surut. Tim BPBD Kota Semarang telah mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak dan melakukan pembersihan sisa material yang terbawa arus banjir pada Minggu (15/3/2026). Di luar Pulau Jawa, laporan bencana BNPB juga mencatat terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara, pada Jumat (13/3/2026) sore. Titik api menghanguskan lima hektare lahan perkebunan kelapa sawit dan pohon karet di Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kuala Hulu. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Labuhanbatu Utara beserta aparat setempat langsung terjun ke lokasi melakukan pemadaman darurat, hingga api berhasil dipadamkan total pada keesokan harinya. Menyikapi rangkaian bencana yang terjadi di berbagai daerah tersebut, BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat luas. Baca Juga: BNPB Catat Rentetan Bencana Baru, Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Mudik Lebaran 2026 Guna mengantisipasi ancaman karhutla, semua pihak diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli rutin, sosialisasi pencegahan dini, serta penyiapan personel dan peralatan pemadaman di lapangan. Sementara itu, untuk menekan risiko jatuhnya korban akibat banjir dan cuaca ekstrem, warga diinstruksikan untuk memantau prakiraan cuaca dari lembaga resmi pemerintah secara berkala. Apabila hujan deras turun dalam durasi yang lama, masyarakat diharapkan segera bersiap melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, jika terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang, BNPB meminta warga untuk segera berlindung di dalam bangunan yang berkonstruksi kokoh. Masyarakat dilarang keras berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun baliho karena rawan roboh dan membahayakan keselamatan jiwa akibat terjangan angin kencang. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK