faktakalbar

Perbandingan Gizi Dada Ayam atau Paha Ayam: Mana yang Lebih Sehat untuk Diet?

Penulis: Dimas Saturday, 01 November 2025 📖 2 menit
Perbandingan Gizi Dada Ayam atau Paha Ayam: Mana yang Lebih Sehat untuk Diet?
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Ayam sudah lama menjadi sumber protein favorit di berbagai belahan dunia. Namun, perdebatan klasik tentang mana yang lebih sehat, Dada Ayam atau Paha Ayam, masih terus berlangsung hingga kini. Keduanya sama-sama bergizi, tetapi memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda. Secara anatomi, dada ayam berasal dari bagian dada atau otot pektoralis, dikenal sebagai white meat (daging putih). Sementara paha ayam merupakan bagian atas kaki yang termasuk dark meat (daging gelap). Menurut ahli gizi Bess Berger, pendiri Nutrition by Bess , perbedaan warna ini bukan sekadar tampilan. "Paha ayam memiliki kandungan lemak lebih tinggi karena berasal dari bagian tubuh yang lebih aktif digunakan. Lemak tersebut membuat dagingnya lebih lembut, juicy , dan beraroma lebih kuat," ujarnya, mengutip Real Simple . Sebaliknya, dada ayam dikenal lebih rendah lemak dan kalori, menjadikannya salah satu sumber protein tanpa lemak terbaik. Baca Juga: Apakah Diet Puasa Intermiten Menyebabkan Massa Otot Berkurang? Membongkar Mitos dan Fakta Perbandingan Gizi Dada dan Paha Ayam (per 100 Gram Tanpa Kulit) Berikut adalah Perbandingan Gizi Dada dan Paha Ayam per 100 gram tanpa kulit dan tanpa tulang, berdasarkan data USDA: Komponen Gizi Dada Ayam Paha Ayam Kalori 131 164 Protein 25,6 gram 21,2 gram Lemak Total 2,2 gram 9 gram Kolesterol 83 miligram 105 miligram Mineral Lebih rendah Zat Besi & Zinc Lebih kaya Zat Besi & Zinc Dari segi nutrisi, dada ayam unggul dalam hal protein tinggi dan kalori yang lebih rendah. Namun, paha ayam menawarkan keunggulan lain; ia lebih kaya zat besi dan zinc , dua mineral penting untuk pembentukan darah dan sistem imun. Kebutuhan dan Cara Memasak Di dapur, paha ayam sering jadi favorit karena tidak mudah kering meski dimasak lama. Kandungan lemaknya membuat teksturnya tetap lembut, cocok untuk hidangan seperti kari, sup, hingga ayam bakar. Sebaliknya, dada ayam memerlukan perhatian khusus dalam proses memasak agar tidak terlalu kering. Namun, bagian ini sangat fleksibel dan mudah menyerap bumbu, cocok untuk resep sehat seperti ayam panggang, tumisan cepat, atau salad. "Kalau ingin potongan ayam rendah lemak dan tinggi protein, pilih dada ayam. Tapi kalau ingin rasa lebih gurih dengan tekstur lembut, paha ayam bisa jadi pilihan," jelas Berger. Jadi, Mana yang Lebih Sehat? Jawaban atas pertanyaan Dada Ayam atau Paha Ayam yang lebih sehat sangat tergantung pada kebutuhan diet dan tujuan kesehatan Anda. Bagi yang sedang menurunkan berat badan atau ingin asupan protein tinggi dengan lemak minimal, dada ayam adalah pilihan tepat. Namun, jika Anda butuh asupan tambahan zat besi, zinc , dan cita rasa lebih kaya, paha ayam juga tak kalah menyehatkan. Menurut Berger, tidak ada bagian yang harus dihindari sepenuhnya. Baca Juga: Rekomendasi Makanan Tinggi Serat untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan Ideal Ia bahkan menyarankan untuk mencampur keduanya dalam menu makan agar tubuh mendapatkan manfaat gizi yang lebih beragam. Yang paling penting, kata Berger, adalah cara mengolahnya. "Panggang, rebus, atau kukus lebih baik daripada digoreng," tutupnya, menegaskan bahwa cara memasak yang bijak adalah kunci utama makanan sehat. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK