faktakalbar

Daftar 18 Proyek Hilirisasi, dari Bauksit Mempawah Hingga Aspal Buton

Penulis: Redaksi Friday, 07 November 2025 📖 3 menit
Daftar 18 Proyek Hilirisasi, dari Bauksit Mempawah Hingga Aspal Buton
Faktakalbar.id, NASIONAL - Pemerintah menargetkan sebanyak 18 proyek hilirisasi dari berbagai sektor bisa mulai berjalan pada tahun 2026. Belasan proyek strategis tersebut saat ini masih dalam tahap kajian oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara ( Danantara ). Baca Juga: Inalum Targetkan Final Investment Decision untuk Smelter Aluminium dan Alumina Baru di Mempawah pada November 2025 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebutkan target tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto. “Percepatan hilirisasi baik di sektor perikanan, kemudian di sektor pertanian, dan di sektor energi dan mineral batu bara. Tadi kami sudah membicarakan setelah pulang dari Cilegon, arahan Bapak Presiden dari 18 proyek yang sudah selesai pra-FS (feasibility study), dan sudah dibicarakan dengan Danantara, tadi Pak Rosan juga, kita akan selesaikan di tahun ini untuk semuanya,” ujar Bahlil di Istana Presiden, Jakarta, dikutip Jumat (7/11/2025). Ke-18 proyek hilirisasi tersebut memiliki total nilai investasi gabungan lebih dari Rp 600 triliun. Pemerintah memperkirakan, jika terealisasi, proyek-proyek ini akan menciptakan lebih dari 270 ribu lapangan kerja baru. Bahlil menambahkan, sekitar 67% dari total proyek tersebut akan berlokasi di luar Pulau Jawa untuk mendorong pemerataan pembangunan nasional. “Dengan kita melakukan percepatan 18 proyek yang nilai investasinya lebih dari Rp 600 triliun, maka ini akan menciptakan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan produk-produknya itu menjadikan sebagai substitusi impor,” jelasnya. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan Dimethyl Ether (DME) sebagai salah satu fokus hilirisasi batu bara. DME diproyeksikan sebagai pengganti pemenuhan kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang saat ini masih didominasi oleh impor. Bahlil menegaskan pentingnya pembangunan industri energi domestik agar kebutuhan energi nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. “Kita tahu bahwa tadi kita baru habis resmikan Cilegon, itu kita membutuhkan LPG kurang lebih sekitar 1,2 juta ton per tahun. Maka konsumsi kita nanti ke depan, di 2026, itu sudah mencapai hampir 10 juta ton LPG. Tidak bisa kita lama, kita harus segera membangun industri-industri dalam negeri,” tandasnya. Rincian 18 Proyek Hilirisasi Berikut adalah detail 18 proyek hilirisasi yang direncanakan untuk dibangun: Industri Smelter Aluminium (Bauksit): Lokasi di Mempawah, Kalimantan Barat. (Investasi Rp60 T; 14.700 naker). Industri DME (Batu Bara): Lokasi di Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, Banyuasin. (Investasi Rp164 T; 34.800 naker). Industri Aspal: Lokasi di Buton, Sulawesi Tenggara. (Investasi Rp1,49 T; 3.450 naker). Industri Mangan Sulfat: Lokasi di Kupang, NTT. (Investasi Rp3,05 T; 5.224 naker). Industri Stainless Steel Slab (Nikel): Lokasi di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah. (Investasi Rp38,4 T; 12.000 naker). Industri Copper Rod, Wire & Tube (Katoda Tembaga): Lokasi di Gresik, Jawa Timur. (Investasi Rp19,2 T; 9.700 naker). Industri Besi Baja (Pasir Besi): Lokasi di Kabupaten Sarmi, Papua. (Investasi Rp19 T; 18.000 naker). Industri Chemical Grade Alumina (Bauksit): Lokasi di Kendawangan, Kalimantan Barat. (Investasi Rp17,3 T; 7.100 naker). Industri Oleoresin (Pala): Lokasi di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. (Investasi Rp1,8 T; 1.850 naker). Industri Oleofood (Kelapa Sawit): Lokasi di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK). (Investasi Rp3 T; 4.800 naker). Industri Nata de Coco, MCT, dkk (Kelapa): Lokasi di Kawasan Industri Tenayan, Riau. (Investasi Rp2,3 T; 22.100 naker). Industri Chlor Alkali Plant (Garam): Lokasi di Aceh, Kaltim, Jatim, Sumsel, Riau, Banten, dan NTT. (Investasi Rp16 T; 33.000 naker). Industri Fillet Tilapia (Ikan Tilapia): Lokasi di Banten, Jabar, Jateng, dan Jatim. (Investasi Rp1 T; 27.600 naker). Industri Carrageenan (Rumput Laut): Lokasi di Kupang, NTT. (Investasi Rp212 M; 1.700 naker). Oil Refinery: Lokasi di 18 titik (Lhokseumawe, Pontianak, Cilegon, Makassar, dll). (Investasi Rp160 T; 44.000 naker). Oil Storage Tanks: Lokasi di 18 titik (Lhokseumawe, Pontianak, Cilegon, Makassar, dll). (Investasi Rp72 T; 6.960 naker). Note: Lokasi No. 15 & 16 tersebar di Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung, Bima, Ende, Makassar, Donggala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara dan Fakfak. Modul Surya Terintegrasi (Bauksit dan Silika): Lokasi di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah. (Investasi Rp24 T; 19.500 naker). Industri Bioavtur (Used Cooking Oil): Lokasi di KBN Marunda, Kawasan Industri Cikarang dan Karawang. (Investasi Rp16 T; 10.152 naker). Baca Juga: Perkuat Rantai Pasok, Inalum Segera Akuisisi Tambang Bauksit Strategis Antam (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK