Daftar Hewan dan Tumbuhan yang Punah di 2025
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Krisis biodiversitas global mencatatkan sejarah kelam pada tahun 2025. Lembaga konservasi dunia,
International Union for Conservation of Nature
(IUCN),
secara resmi mengumumkan deklarasi kepunahan untuk sejumlah spesies yang telah lama menghilang.
Dalam pembaruan akhir tahun
IUCN Red List of Threatened Species
, IUCN memindahkan status berbagai spesies dari kategori Kritis (
Critically Endangered
) menjadi Punah (
Extinct
).
IUCN mengambil keputusan ini setelah upaya pencarian ekstensif selama beberapa dekade gagal menemukan tanda-tanda kehidupan spesies-spesies tersebut.
Deklarasi ini mengonfirmasi bahwa ancaman
perubahan iklim
dan hilangnya habitat telah melewati batas toleransi bagi keberlangsungan hidup mereka. Berikut adalah rincian daftar hewan dan tumbuhan yang resmi punah di tahun 2025.
Baca Juga:
Cantik tapi Langka! Ini 5 Hewan Laut Unik yang Wajib Kita Jaga Keberadaannya
1. Burung Gajahan Paruh Ramping (
Slender-billed Curlew
)
Penetapan status punah bagi
Slender-billed Curlew
(
Numenius tenuirostris
) mengakhiri harapan panjang para peneliti burung dunia. Burung pantai migratori ini terakhir terlihat pada tahun 1995.
Para ahli ornitologi menyimpulkan bahwa konversi lahan basah menjadi area pertanian dan perburuan liar di sepanjang jalur migrasi menjadi penyebab utama kepunahan spesies ini.
Tidak adanya catatan penampakan yang valid selama 30 tahun terakhir menjadi dasar kuat bagi IUCN untuk mengubah statusnya.
2. Mamalia Endemik Australia
Benua Australia mencatatkan kehilangan besar dengan punahnya tiga spesies
bandicoot
, yaitu
Marl
,
South-eastern Striped Bandicoot
, dan
Nullarbor Barred Bandicoot
. Bandicoot merupakan marsupial penggali tanah yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tanah hutan.
Predasi oleh spesies invasif seperti kucing liar dan rubah, serta perubahan rezim api di habitat asli, menjadi faktor utama yang mendorong kepunahan ini.
Selain itu,
Christmas Island Shrew
(
Crocidura trichura
) juga masuk dalam daftar punah akibat invasi semut gila kuning (
Anoplolepis gracilipes
) yang mendestabilisasi ekosistem pulau tersebut.
3. Siput Laut Tanjung Verde (
Cone Snail
)
Di ekosistem laut, IUCN menetapkan status punah bagi
Cone Snail
(
Conus lugubris
). Moluska laut yang berasal dari perairan Kepulauan Tanjung Verde ini menghilang akibat degradasi habitat pesisir dan pencemaran laut.
Pembangunan infrastruktur pariwisata dan polusi air di habitat dangkal berbatu tempat spesies ini mencari makan telah menghancurkan populasi mereka. Spesimen hidup terakhir tercatat pada akhir 1980-an.
4. Flora Langka: Pohon Eboni dan Tanaman Hawaii
Daftar kepunahan tahun ini juga mencakup flora. Spesies pohon eboni
Diospyros angulata
dari Mauritius resmi menyandang status punah setelah absen dari catatan botani selama lebih dari satu abad. Eksploitasi kayu berlebihan di masa kolonial menjadi penyebab utamanya.
Sementara itu, dunia botani juga kehilangan
Delissea sinuata
, tanaman endemik pegunungan Waianae di Hawaii. Invasi hewan pendatang seperti babi hutan dan kambing liar mendesak spesies ini hingga ke titik nol.
Survei intensif dalam beberapa tahun terakhir gagal menemukan satu pun individu yang tersisa.
Baca Juga:
Anak Sulit Makan? Kenali Apa Itu Picky Eating dan Dampaknya bagi Pertumbuhan
Masuknya spesies-spesies tersebut ke dalam kategori Punah menjadi peringatan serius bagi upaya konservasi global.
Para ahli memperingatkan bahwa tanpa intervensi drastis, ribuan spesies lain yang kini berstatus terancam punah berisiko menyusul nasib mereka dalam waktu dekat.
(*Sari)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.