Dampak Musim Kemarau di Bandar Lampung, Sumur Mengering Buat Ratusan Warga Krisis Air Bersih
Faktakalbar.id - Krisis air bersih melanda Kota Bandar Lampung setelah sumur milik warga mengering akibat dampak musim kemarau panjang.
Faktakalbar.id - Krisis air bersih melanda Kota Bandar Lampung setelah sumur milik warga mengering akibat dampak musim kemarau panjang.
Fenomena fenomena kekeringan ini berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar 175 kepala keluarga atau sekitar 595 jiwa di dua kecamatan.
Dampak krisis air terparah tercatat berada di Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, dengan total 155 kepala keluarga atau 535 jiwa terdampak.
Sementara itu, wilayah Teluk Betung Timur mencatatkan sebanyak 20 kepala keluarga atau 60 jiwa yang turut mengalami krisis pasokan air.
Petugas kebencanaan setempat mulai mendistribusikan pasokan air bersih secara berkala untuk memenuhi kebutuhan harian harian warga.
Selain kekeringan di Sumatra, cuaca panas ekstrem juga memicu rangkaian peristiwa kebakaran hutan dan lahan di berbagai penjuru daerah.
Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kebakaran lahan seluas 5 hektare di Loa Kulu Kota berhasil dipadamkan setelah penanganan hingga malam hari.
Tim relawan bersama petugas gabungan berjuang memadamkan kobaran api sebelum meluas ke wilayah sekitar.
Insiden kebakaran lahan seluas 10 hektare di Kampung Kebon Manggu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, juga telah ditangani sepenuhnya oleh petugas.
Namun, potensi bahaya karhutla masih mengintai sejumlah daerah lantaran kondisi cuaca kering yang disertai tiupan angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan setiap kemunculan titik asap di wilayah masing-masing agar dapat ditangani secara dini.
Kesadaran warga dalam tidak menyalakan api di area rawan kebakaran menjadi kunci utama menghindari krisis lingkungan selama musim kemarau.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.