Danantara Kucurkan Investasi US$ 7 Miliar, Nilai Tambah Bauksit di Mempawah Ditarget Melonjak 70 Kali Lipat
Faktakalbar.id, MEMPAWAH –
BPI Danantara Indonesia
secara resmi memulai pembangunan (
groundbreaking
) enam proyek hilirisasi fase I yang tersebar di 13 lokasi di Indonesia, Jumat (6/2/2026).
Total nilai investasi dari rangkaian proyek strategis ini mencapai US$ 7 miliar.
Salah satu titik fokus utama dalam peresmian serentak ini adalah pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian Bauksit-Alumina-Aluminium di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Proyek di Mempawah ini dikelola oleh MIND ID bersama anggotanya, PT INALUM dan PT ANTAM.
Baca Juga:
Eksekusi Rumah di Sungai Raya Dalam Ricuh, Pemilik Tolak dan Lapor Balik PN Mempawah
Fasilitas tersebut mencakup pembangunan Smelter Aluminium Baru dengan kapasitas produksi 600.000 metrik ton per tahun, serta
Smelter Grade Alumina Refinery
Fase II berkapasitas 1 juta metrik ton per tahun.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa langkah ini merupakan
implementasi
konkret dari agenda transformasi ekonomi nasional untuk memperkuat sektor riil.
Menurutnya, proyek ini tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi menargetkan penyerapan lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung.
“Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia. Ke depan, proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat,” ujar Rosan dalam keterangannya.
Lonjakan Nilai Tambah dan Penghematan Devisa
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, memaparkan data kalkulasi ekonomi dari proyek hilirisasi di Mempawah ini.
Ia menyebutkan bahwa pengolahan bauksit menjadi produk akhir aluminium mampu mendongkrak nilai tambah komoditas hingga 70 kali lipat.
Sebagai perbandingan, harga bauksit mentah di pasaran berada di kisaran US
$40 per metrik ton.
Nilai ini naik menjadi US$
400 per metrik ton saat diolah menjadi alumina, dan melonjak tajam hingga kisaran US
$2.800 - US$
3.000 per metrik ton ketika diproses menjadi aluminium batangan.
Selain peningkatan nilai komoditas, operasional smelter ini diproyeksikan berdampak signifikan terhadap cadangan devisa negara melalui pengurangan impor aluminium. MIND ID memperkirakan cadangan devisa dapat naik sebesar 394 persen, dari semula Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun setelah fasilitas beroperasi penuh.
“Proyek ini adalah bentuk kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan memperkuat kedaulatan negara pada sektor mineral,” tegas Maroef.
Peresmian ini turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Anggota Komisi XII DPR RI, Bupati Mempawah, Raja Mempawah XIV, serta jajaran direksi BUMN terkait.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor bahan baku bagi sektor industri manufaktur domestik.
Baca Juga:
Kantin Sekolah Methodist Mempawah Dibobol Maling, Pelaku Terekam CCTV Tutupi Wajah dengan Sarung
Tag:
#MIND ID
#Danantara Indonesia
#Rosan Roeslani
#Hilirisasi Bauksit
#Ekonomi Nasional
#Smelter Mempawah
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.