faktakalbar

Dari Candaan Hingga Pujian Maut: Kenali 4 Wajah Pelecehan Terselubung di Kantor

Penulis: Redaksi Friday, 17 October 2025 📖 2 menit
Dari Candaan Hingga Pujian Maut: Kenali 4 Wajah Pelecehan Terselubung di Kantor
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Lingkungan kerja yang sehat dan positif adalah dambaan setiap karyawan. Namun, tanpa kita sadari, ada perilaku-perilaku "halus" yang sebenarnya termasuk dalam kategori pelecehan. Celakanya, karena dianggap sepele atau normal, hal ini seringkali dibiarkan dan menjadi racun yang merusak budaya perusahaan. Pelecehan tidak selalu berbentuk sentuhan fisik atau ancaman verbal yang gamblang. Baca Juga:  5 Sisi Patriarki yang Terkuak di Drakor “Marry My Husband” Seringkali, ia bersembunyi di balik candaan, pujian bersyarat, atau bahkan sikap diam. Agar kita lebih peka dan bisa menciptakan ruang kerja yang lebih aman, mari kenali 4 jenis pelecehan yang sering terjadi di kantor tanpa disadari. 1. Microaggression : Si ‘Senggolan’ Kecil yang Menusuk Ini adalah bentuk pelecehan paling halus dan sering terjadi, berupa komentar atau tindakan kecil yang seolah-olah sepele namun menyiratkan stereotip negatif. Contohnya adalah pujian bersyarat seperti, "Kamu hebat juga ya, untuk ukuran perempuan," atau "Usia segini kok masih semangat belajar, kirain udah gaptek." Meskipun pelakunya mungkin tidak bermaksud jahat, komentar seperti ini tetap pelecehan karena merendahkan kemampuan seseorang berdasarkan asumsi, bukan kinerja nyata mereka. Rasanya seperti dipuji, tapi sekaligus diremehkan. 2. Pelecehan Psikologis: Dibunuh Secara Mental Perlahan-lahan Ini adalah serangan non-fisik yang bertujuan mengisolasi, mengintimidasi, atau merusak reputasi seseorang di kantor. Bentuknya bisa sangat beragam, misalnya dengan sengaja tidak mengundang rekan kerja ke rapat penting, menyebarkan gosip tentang kehidupan pribadinya, atau terus-menerus memberikan kritik tak membangun di depan umum. Tindakan ini menciptakan lingkungan kerja yang penuh tekanan ( hostile environment ), merusak kesehatan mental korban, menurunkan kepercayaan diri, dan bisa memicu kecemasan hingga depresi. 3. Penyalahgunaan Wewenang: Ketika Atasan Menjadi ‘Raja Kecil’ Pelecehan ini terjadi ketika seorang atasan menggunakan posisinya untuk menekan atau mengeksploitasi bawahan, seringkali terselubung di balik kata "tugas" atau "profesionalitas". Contohnya adalah meminta bawahan mengerjakan urusan pribadi di luar jam kerja, mengancam akan memberikan penilaian buruk jika tidak menuruti kemauan non-profesional, atau mengambil hasil kerja bawahan dan mengakuinya sebagai miliknya. Hal ini menciptakan hubungan kerja yang eksploitatif , di mana bawahan merasa tidak berdaya karena takut kariernya terancam jika menolak. 4. Candaan yang Kelewat Batas: ‘Bercanda’ yang Tidak Lucu Sama Sekali Batas antara humor dan pelecehan terkadang sangat tipis. Sebuah lelucon berhenti menjadi lucu ketika menjadikan kekurangan fisik, status pribadi, atau keyakinan seseorang sebagai bahan tertawaan. Misalnya, terus-menerus meledek rekan yang belum menikah, membuat lelucon tentang bentuk tubuh, atau menggunakan panggilan yang menyinggung. Humor yang sehat seharusnya membuat semua orang tertawa. Jika hanya satu pihak yang tertawa sementara yang lain merasa terhina, itu bukan lagi candaan, melainkan perundungan verbal dengan dalih klasik, "Ah, baperan banget, sih!" Menciptakan lingkungan kerja yang aman adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan mengenali bentuk-bentuk pelecehan terselubung ini, kita bisa lebih berhati-hati dalam bersikap dan lebih berani untuk menegur atau melapor jika melihatnya terjadi. Baca Juga:  Kisah Inspiratif Retma Ratri, Perempuan Tangguh Penggerak Literasi di Desa Sukadamai (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK