faktakalbar

Dari Tepi Laut ke Pasar Internasional: Darlina, Penjaga Tradisi Anyaman Tikar Asal Selakau Sambas

Penulis: Redaksi Thursday, 29 May 2025 📖 1 menit
Dari Tepi Laut ke Pasar Internasional: Darlina, Penjaga Tradisi Anyaman Tikar Asal Selakau Sambas
Faktakalbar.id, SAMBAS - Di sebuah desa Kuala Kecamatan Selakau, tinggal seorang ibu tangguh bernama Darlina. Selama lebih dari tiga dekade, ia mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya leluhurnya yaitu menganyam tikar tradisional. Kegiatan menganyam ini bukan sekadar pekerjaan bagi Darlina. Ia telah menekuninya sejak usia muda, mengikuti jejak orang tuanya yang mewariskan keterampilan tersebut secara turun-temurun. Baca Juga: Mengenal Saprahan, Tradisi Makan Bersama yang Menjaga Nilai Kebersamaan Masyarakat Melayu Sambas “Saya sudah mulai sejak muda. Ini sudah jadi kebiasaan sejak kecil,”ujar Darlina. Tikar hasil anyaman Darlina dikenal memiliki dua motif favorit pembeli yaitu motif serong dan petak-petak. Bersama satu orang yang membantu, Darlina mampu menyelesaikan satu tikar dalam waktu satu hari. Tikar-tikar ini berukuran besar, yakni 160 cm x 2 meter. Namun, menjaga kelestarian tradisi ini tidaklah mudah. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah kesulitan mendapatkan bahan baku. “Kadang harus beli, satu ikat bahan mentah sekarang harganya Rp40.000. Itu pun sekarang susah cari karena banyak yang rusak dan ditebang,” jelasnya. Meski begitu, ketekunan Darlina membuahkan hasil yang membanggakan. Tikar buatannya kini telah menembus pasar internasional dan banyak diekspor ke Malaysia, dengan harga jual mencapai Rp140.000 per lembar. “Kalau untuk lokal saya kurang tahu, karena kebanyakan langsung dibawa ke Malaysia,” tuturnya. (DNS) Baca Juga: Santokuhiru, Kafe Alam Estetik di Sajingan Besar Sambas

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK